7 Mitos dan Fakta Bunuh Diri

Ilustrasi depresi.
Sumber :
  • dw

3. Datang secara tiba-tiba

Hal ini adalah miskonsepsi dan salah. Karena, menurut penelitian yang dilakukan oleh Aetna, tidak ada orang yang ingin mengakhiri hidupnya secara tiba - tiba. Pasti hal itu dipicu oleh suatu masalah dan mereka berfikir bahwa bunuh diri adalah satu - satunya cara. 

"Melalui omongan dan tingkahnya, seseorang dengan pikiran suicidal atau bahkan yang sudah bunuh diri, pasti pernah berbicara atau bertingkah bahwa hidupnya sedang tidak baik - baik saja, kepada orang lain" ungkap Wagner. 

Seseorang dengan pikiran suicidal, pasti menunjukkan tanda - tanda, termasuk bercerita kepada orang lain mengenai masalahnya, kesehatan mentalnya, hingga niat untuk mengakhiri hidup. Tanda - tandanya bisa menyendiri dan tak ingin berbaur, mood swings, melamun dan tatapan kosong. 

Menurut Aetna, melihat seseorang dengan tingkah tersebut memang bisa membuat kita menjadi tak nyaman, namun bisa jadi peluang untuk kita membantu dan mencegah sebelum seseorang tersebut bunuh diri. 

4. Pemicu Tak jadi bunuh diri

Dari luar, seseorang bisa terlihat baik - baik saja : selalu tertawa, memiliki pekerjaan yang baik, aktif bersosialisasi, keluarga yang baik, dan hal baik lainnya. Ketika seseorang seperti itu akhirnya memutuskan untuk bunuh diri, tak jarang keluar kalimat "Dia terlihat bahagia dan baik - baik saja, kenapa dia bunuh diri?" 

Wagner menjelaskan bahwa hal yang terlihat dari luar, bisa sangat berbeda di "dalam". Kita tidak tahu bahwa seseorang itu ternyata di dalam selalu menangis, merasa hampa dan segala hal baik yang ditunjukkan hanyalah cover

5. Cuaca dingin

Mitos ini dipercayai oleh banyak orang bahwa ketika musim sedang dingin, maka niat seseorang untuk bunuh diri semakin besar. Padahal hal ini sudah dibantah beberapa kali oleh para ahli

Seseorang dengan pikiran suicidal tidak akan melihat kapan dan cuaca apa yang pas untuk mengakhiri hidupnya. Bahkan, sebenarnya lebih banyak orang yang bunuh diri di musim gugur. 

6. Healing

Hal ini tidaklah sepenuhnya benar. Benar memang ketika seseorang mendapat perawatan dari ahli, ia akan dipantau dan mood akan sedikit membaik dan masalah bisa sedikit terselesaikan. Namun, bukan berarti niat untuk bunuh diri langsung hilang begitu saja.