Internet Rentan Penipuan, Pakar Pendidikan Beri Tips Tetap Aman di Dunia Digital 

Peserta Ikuti Program Literasi Digital di Medan
Sumber :
  • Siberkreasi

VIVA Edukasi – Tingginya aktivitas digital di dunia maya, turut membuka potensi buruk, seperti penipuan dan pencurian akun. Maka dari itu, diperlukan pemahaman masyarakat terkait keamanan digital.

Hal itu turut diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Murdianto, saat membawakan materi Keamanan Digital, baru-baru ini. 

"Keamanan digital adalah sebuah proses untuk memastikan penggunaan layanan digital, baik secara daring maupun luring dapat dilakukan secara aman. Tidak hanya untuk mengamankan data yang kita miliki, melainkan juga melindungi data pribadi yang bersifat rahasia," jelasnya dalam acara Literasi digital Sektor Pendidikan Wilayah Sumatera di Kota Medan, yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI dan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi. 

Literasi Digital di SMA Negeri 1 Medan

Photo :
  • Siberkreasi

Tengku Mahmud Aria Lamantjiji yang merupakan Sultan Deli ke XIV, menambahkan, budaya bermedia digital merupakan kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

"Menjadi pelaku digitalisasi kebudayaan melalui pemanfaatan TIK (teknologi informasi komputer), pengetahuan dasar yang mendorong perilaku mencintai produk dalam negeri dan kegiatan produktif lainnya, dan pengetahuan akan hak-hak digital,” ungkap Tengku Mahmud Aria Lamantjiji dalam keterangan yang diterima VIVA, Jakarta, Selasa (11/10).

Berada di tempat yang sama, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara, Iwan Sutani Siregar, menyampaikan, etika berinternet merupakan acuan dasar sebagai pengguna media digital untuk menghindari konflik, sehingga kecakapan berteknologi dalam membuat serta mengunggah konten digital harus tetap memerhatikan aturan etika berinternet.

"Etika hadir sebagai seorang yang bijak, yang mengingatkan kembali hakikat teknologi sebagai anugrah bagi manusia,” ujar Iwan saat membawakan materi Etika Digital. 
 
Sedangkan Nadyaps, Content Creator dan Key Opinion Leader, tampil membawakan materi Kecakapan Digital. Disebutnya jika individu yang cakap bermedia digital dinilai mampu mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras dan lunak, salah satunya dalam aplikasi dompet digital, lokapasar, dan transaksi digital. 

"Dengan mengenal ekosistem transaksi daring yakni dompet digital, lokapasar, serta transaksi digital dengan lebih baik, kita bisa terhindar dari kegiatan terkait yang merugikan," sebut Nadyaps.

Dalam kegiatan offline ini tampil juga sebagai Keynote Speaker, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi. Program literasi digital nasional sektor pendidikan wilayah Sumatera ini ditujukan bagi para guru dan siswa di SMA Negeri 1 Kota Medan, Sumatera Utara.