Viral Pelaku Kecurangan UTBK-SNBT di USU: Bayar hingga Rp500 Juta Jika Lulus Kedokteran

Pelaku kecurangan UTBK-SNBT di USU menggunakan sejumlah alat pemantau di tubuhnya
Sumber :
  • Tangkapan layar Instagram @terangmedia

VIVA Edukasi - Viral video pengakuan salah seorang peserta, yang diduga melakukan kecurangan saat mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berbasis Tes (UTBK-SNBT) 2023 di Universitas Sumatera Utara (USU).

Dalam video yang dikutip VIVA dari akun Instagram @terangmedia, Sabtu siang, 13 Mei 2023. Seorang peserta sedang diperiksa petugas pengawas ujian. Peserta itu, seorang laki-laki, yang terlihat di dalam video masih lengket alat-alat di badannya, seperti perekam kamera, audio dan visual serta handphone, lengkap dengan lakban.

Kecurangan UTBK-SNBT ini, menggunakan jasa Bimbingan Belajar, mengarah dan membimbing sebanyak 7 peserta yang diamankan itu, mengisi soal-soal ujian dengan benar.

Joki UTBK USU gunakan beberapa alat rekam yang dipasang di badan

Photo :
  • Dokumen USU

Peserta itu, mengatakan bahwa untuk mendapatkan nilai yang baik, harus mengeluarkan uang capai Rp500 juta.

"Ditawari orang tua mu ya," sebut seorang petugas pengawas ujian.

"Bukan ditawari, kalau sudah lulus baru bayar," jawab peserta diamankan tersebut.

"Berapa bayarnya, nominalnya," tanya petugas.

"Sampai Rp500 juta," ucap peserta itu.

"Oke, oke, sudah macam komplotan gitu ya," kata petugas kembali.

Ketujuh peserta itu, diamankan dari ruangan ujian di Kampus USU, Rabu 10 Mei 2023. Mereka merupakan peserta mengikuti ujian masuk Fakultas Kedokteran, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama, yakni UI, UNEJ, UNDIP dan UNAIR.

"Yang disebut itu, tempat. Ketujuh ini, ujian masuk kedokteran, ada Kedokteran UI, dan kedokteran universitas Negeri lainnya. Ngapain orang itu, bimbel (bayar) mahal-mahal. Kalau tidak mau masuk kedokteran ini," sebut Wakil Rektor I USU, Dr Edy Ikhsan saat dikonfirmasi VIVA.

Pasca diamankan 7 peserta itu, Edy mengatakan gugur secara otomatis. Karena, diamankan sebelum ujian dilaksanakan.

Kampus Universitas Sumatera Utara (USU)

Photo :
  • antaranews.com

"Gugur lah, dia tidak ikut ujian. Sudah diamankan sebelum ujian dan dia tidak bisa menyelesaikan," jelas Edy.

Edy juga membantah kasus kecurangan UTBK-SNBT 2023 diduga dilakukan 7 peserta, dikabarkan sudah berdamai.

"Oh enggak (tidak ada damai), ini saya luruskan. USU melaporkan dan melimpahkannya kasus ini, hukumnya ke pihak kepolisian. Ini delik umum, bukan delik aduan. Oleh karena itu, USU tidak bisa mencabut laporan," jelas Edy.

Dengan itu, Edy mengungkap tidak ada hak USU melakukan perdamaian atau mencabut laporan atas dugaan kecurangan dilakukan 7 peserta UTBK-SNBT itu. Tapi, tugas dari pihak kepolisian dari Polsek Medan Baru mengusut tuntas kasus ini.

"Tugas melakukan penyelidikan dan penyidikan itu, adanya kepolisian," sebut Edy yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Pelaksanaan UTBK 2023 di USU.

Edy menjelaskan bahwa ketujuh peserta itu, diamankan dari ruangan ujian di Kampus USU, Rabu 10 Mei 2023. Kemudian, setelah diamankan dibawa ke Mako Polsek Medan Baru, untuk dilakukan pemeriksaan.

"Hari pertama kejadian itu, dengan dilakukan pemeriksaan terhadap 6 dari 7 peserta, yang diindikasikan akan melakukan kecurangan atau sudah melakukan kecurangan," sebut Edy.