Seniman Ini Pernah Ajari Mantan Presiden Filipina Melukis

Seniman Sasya saat memamerkan lukisannya di Surabaya.
Sumber :
  • Januar Adi Sagita (Surabaya)

VIVA.co.id – Sebagai negara yang memiliki beragam kebudayaan, tidak mengherankan jika Indonesia juga memiliki banyak seniman. Bahkan, cukup banyak karya mereka yang diakui oleh dunia.

Salah satu seniman yang karyanya diakui oleh negara lain adalah Sasya Tranggono. Karya seni lukis milik Sasya sudah banyak dipamerkan di negara lain.

Bahkan, ia juga pernah diminta langsung untuk mengajar cara melukis oleh mantan Presiden Filipina, Corazon Aquino. Sasya mengatakan, hal itu terjadi pada 2006 lalu.

Saat itu, dia sedang menggelar pameran lukisan di salah satu museum ternama di Manila, Filipina. Sejumlah karyanya mendapatkan respons positif dari pengunjung.

“Bahkan, Duta Besar Indonesia untuk Manila juga mengapresiasinya. Sebab, sangat jarang seniman Indonesia bisa menggelar pameran di tempat itu,” kata Sasya di Surabaya.

Sebagai balasan atas prestasi yang dianggap bisa mengharumkan nama Indonesia, sang dubes pun menawarkan untuk membantu mewujudkan keinginan Sasya. Tanpa pikir panjang, ia minta bertemu dengan Presiden Filipina kala itu, Corazon Aquino.

“Waktu itu, beliau tidak bisa berjanji banyak, tetapi sebisa mungkin akan diusahakan,” ujar Sasya.

Setelah menggelar pameran itu, esok harinya Sasya mendapatkan telepon dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila.

Orang tersebut mengatakan, Aquino bisa bertemu dengannya, namun hanya tersedia waktu selama 30 menit.

“Waktu itu saya sangat senang, sampai lupa kalau sedang berjalan ke pasar sambil pakai celana pendek,” kata perempuan kelahiran Jakarta, 25 Desember 1963 itu.

Saat bertemu dengan Aquino, Sasya mengaku merasa nyaman. Bahkan, jadwal pertemuan yang seharusnya 30 menit justru molor menjadi 2,5 jam.

“Selain ngobrol, saya ternyata juga diminta untuk mengajarinya melukis. Beliau sendiri yang memintanya, dan beliau suka dengan lukisan gambar bunga kecombrang,” ungkapnya.

Alasan Aquino memilih lukisan bunga kecombrang, menurut Sasya, karena Aquino memang mengagumi keindahan bunga di Indonesia.

“Dan, beliau berharap, ke depannya semakin banyak seniman Indonesia yang mengisi pameran di Filipina, sehingga bisa terjadi pertukaran budaya yang lebih luas,” jelas Sasya. (asp)