AS Gagal Jegal China

Joe Biden dan Donald Trump (AS) Vs Xi Jinping (China).
Sumber :
  • The Atlantic

Inilah yang membuat produk mereka lebih murah. Para ahli mengatakan larangan AS membawa tantangan dan peluang bagi industri AI China.

Hal itu telah "memaksa perusahaan-perusahaan China seperti DeepSeek untuk berinovasi" sehingga mereka dapat melakukan lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit, kata Marina Zhang, seorang profesor asosiasi di University of Technology Sydney, Australia.

"Meskipun pembatasan ini menimbulkan tantangan, mereka juga memacu kreativitas dan ketahanan, sejalan dengan tujuan kebijakan China yang lebih luas untuk mencapai kemandirian teknologi," tuturnya.

China diketahui telah berinvestasi besar-besaran dalam teknologi tinggi—mulai dari baterai yang mendukung kendaraan listrik dan panel surya, hingga AI.

Hal ini membuatnya menjadi negara adidaya teknologi. Di sisi lain, pembatasan pasokan chip yang diterapkan Washington membuahkan tantangan bagi Beijing.

Peluncuran model baru DeepSeek pada 20 Januari 2025, bertepatan dengan pelantikan Donald Trump menjadi Presiden AS yang baru, adalah sesuatu yang disengaja, menurut Gregory C Allen, seorang ahli AI di Center for Strategic and International Studies.

"Waktu dan cara penyampaiannya. Pemerintah China ingin semua orang memikirkan itu—bahwa kontrol ekspor tidak berfungsi dan Amerika bukanlah pemimpin global dalam AI," kata Allen, mantan direktur strategi dan kebijakan di US Department of Defense Joint Artificial Intelligence Center.