Komentar Gubernur BI Usai Dolar AS Tembus Rp18.159

Gubernur BI, Destry Damayanti
Sumber :
  • [tangkapan layar]

Jakarta, VIVA - Usai dolar Amerika Serikat (AS) tembus Rp18.100, Gubernur BI, Damayanti jelaskan, bahwa pihaknya  terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). 

img_title Rupiah Tertekan Minyak Brent US$115, IHSG Berbalik Merah ke Level 5.436

Bahkan kata dia, BI juga menegaskan tetap berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menilai, pergerakan rupiah dipengaruhi oleh kondisi permintaan dan penawaran di pasar. BI akan terus mencermati perkembangan nilai tukar mata uang Garuda tersebut.

img_title Bandara Riyadh Dibuka Lagi, AS Wanti-wanti Serangan Lanjutan Kelompok Houthi

"Ya kita tetap ada di pasar, ini tergantung supply demand. Hari ini mungkin lagi, ya pokoknya tetap lah kita monitor pergerakannya," ucap Destry di Fairmont Hotel, Jakarta, Senin (26/10/2026). 

Bahkan kata dia, pergerakan rupiah saat ini masih merupakan volatilitas yang biasa terjadi. Oleh karena itu, BI belum berencana mengubah strategi dalam merespons dinamika nilai tukar.

img_title Rupiah Terancam Tembus Rp18.200 per Dolar AS Pekan Ini, Ini Faktor Pemicunya

"Nggak, nggak, ini kita volatility biasa, tapi kita akan terus ada monitor lah. Kita akan root cause-nya juga," jelasnya.

Dikutip dari laman Bank Indonesia, rupiah terpantau terus melemah terhadap dolar AS. Pada Senin sore mata uang Paman Sam menembus level Rp 18.159. 

Ilustrasi Selat Hormuz.

Centcom Klaim 95% Kapal Melintas di Selat Hormuz dengan Aman, Meski Dapat Serangan Kecil

Centcom menyatakan bahwa pelayaran komersial di Selat Hormuz, Iran mencatat tingkat keselamatan hingga melampaui 95 persen dalam beberapa bulan terakhir.

img_title
VIVA.co.id
26 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut