Komentar Gubernur BI Usai Dolar AS Tembus Rp18.159
- [tangkapan layar]
Jakarta, VIVA - Usai dolar Amerika Serikat (AS) tembus Rp18.100, Gubernur BI, Damayanti jelaskan, bahwa pihaknya terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Bahkan kata dia, BI juga menegaskan tetap berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Ia menilai, pergerakan rupiah dipengaruhi oleh kondisi permintaan dan penawaran di pasar. BI akan terus mencermati perkembangan nilai tukar mata uang Garuda tersebut.
"Ya kita tetap ada di pasar, ini tergantung supply demand. Hari ini mungkin lagi, ya pokoknya tetap lah kita monitor pergerakannya," ucap Destry di Fairmont Hotel, Jakarta, Senin (26/10/2026).
Bahkan kata dia, pergerakan rupiah saat ini masih merupakan volatilitas yang biasa terjadi. Oleh karena itu, BI belum berencana mengubah strategi dalam merespons dinamika nilai tukar.
"Nggak, nggak, ini kita volatility biasa, tapi kita akan terus ada monitor lah. Kita akan root cause-nya juga," jelasnya.
Dikutip dari laman Bank Indonesia, rupiah terpantau terus melemah terhadap dolar AS. Pada Senin sore mata uang Paman Sam menembus level Rp 18.159.