Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Rp 18.033 per Dolar AS

Ilustrasi rupiah dan dolar
Sumber :
  • VIVA/Davro

Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan pada pembukaan perdagangan Kamis, 22 Oktober 2026.

img_title Rupiah Menguat Tipis, Rencana BEI Singkirkan 80 Saham HSC dari IHSG Jadi Sorotan

Rupiah dibuka melemah 11 poin atau 0,06 persen menjadi Rp18.033 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.022. Bahkan data Bloomberg mencatat rupiah spot terkoreksi lebih dalam 0,19% ke Rp18.035 pada pukul 09.09 WIB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tekanan ini bikin level psikologis Rp18.000 makin rawan jebol.

img_title Rupiah Menguat ke Rp18.015 per Dolar AS, Pasar Masih Cermati Arah Suku Bunga The Fed

Kenapa Rupiah Terus Ditekan? 3 Biang Keroknya:

1. Minyak Brent Terbang ke US$110

img_title Rupiah Kembali Loyo, Isu MSCI hingga Harga Minyak Jadi Beban

Harga minyak Brent melonjak 1,22% ke US$110,15 per barel pagi ini. Ini bahaya untuk Indonesia karena bikin kebutuhan devisa impor membengkak dan inflasi impor naik. Inflasi pangan sudah 5%!

2. Hantu MSCI Bikin Asing Kabur

Sama seperti IHSG yang anjlok 1,5% pagi ini, rupiah juga kena imbas rencana MSCI menurunkan status pasar modal RI menjadi Standalone Market. Asing net sell Rp528 miliar kemarin di saham. Kalau asing cabut, dolar makin diburu.

3. BI Tahan Bunga Tapi Pasar Ragu

Bank Indonesia kemarin menahan BI-Rate di 5,75%, tapi di sisi lain longgarkan GWM dari 9% ke 7%. Sikap yang dinilai ambigu oleh pasar. Pasar luar negeri (NDF) sempat bawa rupiah melemah ke Rp18.070.

Ekonom CORE, Yusuf Rendy Manilet, memperkirakan rupiah hari ini bakal bergerak di kisaran *Rp17.980 - Rp18.080* dengan kecenderungan melemah terbatas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bank Indonesia sendiri sudah coba tahan dengan instrumen DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward), intervensi spot, dan sudah tarik modal masuk US$9,9 miliar sejak Juni. Tapi selama isu MSCI dan harga minyak belum reda, rupiah masih di ujung tanduk.

Dolar AS sendiri masih perkasa, indeks DXY di 101,7 dan yield obligasi AS 10 tahun di 5,15% – bikin aset dolar lebih menarik dari rupiah.

Ilustrasi uang rupiah.

Rupiah Hari Ini Bertahan di Rp17.992 per Dolar AS, Bagaimana Pengaruh Kebijakan The Fed?

Rupiah stagnan di Rp17.992 per dolar AS pada Rabu pagi, setelah menguat sehari sebelumnya. Pasar mencermati kebijakan AS, konflik Timur Tengah, dan sinyal The Fed.

img_title
VIVA.co.id
21 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut