Jangan Sampai Ketipu, Ini Cara Bedakan Berlian Asli dan Palsu

Berlian
Sumber :
  • VIVA/ Nuvola Gloria

VIVA –Tak hanya kaum sosialita dan kalangan menengah ke atas, kaum milenial ternyata juga banyak yang melirik perhiasan berlian. Selain untuk koleksi, perhiasan ini juga untuk mempercantik penampilan dan sebagai ajang gengsi dengan teman satu geng.

Kini berbagai desain bisa dibentuk sesuai permintaan, baik cincin, gelang dan kalung. Mereka pun rela menggelontorkan uang dengan nominal jutaan rupiah.

"Bentuk cincin yang banyak diminati kaum milenial. Mereka banyak yang pilih dari harga mulai dari Rp2 juta hingga Rp10 juta. Kalau untuk desainnya mereka suka yang simpel, modern dan unik apalagi sekarang ada edisi Valentine ya," kata Ivan Lingga selaku Direktur Marketing dan Co-owner Lino & Sons kepada VIVA saat peluncuran berlian edisi LOVE Kamis, 7 Februari 2019 di Gandaria City, Jakarta Selatan.

Semarak Valentine bisa merepresentasikan ungkapan rasa cinta dalam bentuk koleksi perhiasan berlian dengan desain romantic dan heart shaped. Sehingga, cocok sebagai kado untuk pasangan dan bentuk self reward. Selain itu, masih ada desain princess cut, alphabet dan signature yang cukup banyak diminati.

Harga yang ditawarkan pun sangat variatif, mulai Rp2 juta hingga lebih dari Rp1 miliar. Pelanggan muda senang dengan berlian yang terkesan edgy dan trendy, namun harga terjangkau.

Lalu bagaimana cara membedakan berlian asli, palsu atau bahkan berlian sintetik? Anak zaman now harus paham, tak disarankan asal beli. Begitu juga dengan kaum elit yang senang koleksi batu mulia ini.

"Ada enam hal yang harus diperhatikan, yaitu warna yang indah, tidak cacat, cutting berstandar internasional, karatnya, bersertifikat dan kepercayaan antara penjual dan pembeli saat transaksi," ucap Leticia Paramita selaku diamond expert.

Selain itu berlian sintetik memiliki bentuk, kilauan dan komposisi yang hampir sama dengan berlian asli. Bahkan harganya ada yang tak jauh berbeda atau bahkan lebih murah dari berlian asli.

"Ya satu-satunya cara beli di toko yang terpercaya dan dibawa ke Adamas Gemological Laboratory of Indonesia. Di situ bakal tahu sintetik atau asli, kalau di laboratorium lain bisa kecolongan dan enggak ketahuan kalau itu berlian sintetik," tambah Leticia.