Kepala Editor Vogue Jadi Konsultan Gaya Hillary Clinton

Poster dukungan untuk Hillary Clinton di Konvensi Nasional Partai Demokrat.
Sumber :
  • REUTERS/Mark Kauzlarich

VIVA.co.id - Calon presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton menjadikan Kepala Editor Vogue Amerika Anna Wintour sebagai salah satu tim konsultan gayanya. Anna telah dibawa sebagai konsultan gayanya dalam beberapa kampanye presiden.

Wintour yang merupakan salah satu pendukung Partai Demokrat, telah memberi saran kepada Hillary mengenai pilihan busananya dalam setiap kampanye presiden yang dilakukan. 

Keterlibatan Wintour dalam hal tim konsultan gaya Hillary adalah menyediakan busana yang akan dikenakan. Berbeda dengan selebriti lainnya, yang biasanya dipinjamkan busana sekaligus promosi rancangan desainer terkenal, Hillary membeli busana tersebut.


Penata gaya Corey Roche berpendapat, hal itu tidak baik bagi citra calon presiden lantaran mengenakan busana dari merek terkenal, yang menunjukkan kesan mewah dan kurang merakyat.

"Anda tidak bisa menghabiskan banyak uang. Saya belum pernah melihatnya, kecuali Donald Trump, yang mengenakan Hugo Boss atau Armani," kata dia, seperti dilansir dari People.

Menurutnya, yang terbaik adalah mengenakan busana dari desainer lokal dan menghindari merek mahal atau masyarakat akan menghujatnya. Sebelumnya, Hillary dihujat dan menyebabkan perang pendapatan di media sosial lantaran mengenakan jaket Armani seharga Rp164 juta, saat berpidato mengenai ketimpangan pendapatan.   

Dan untuk meredam hal itu berlanjut, Hillary mengenakan busana yang sama untuk kali kedua saat acara penggalangan dana. Sementara itu, Wintour sebagai konsultan gayanya beberapa kali menunjukkan dukungannya kepada Hillary. Misalnya selama New York Fashion Week pada Februari lalu, dia mengenakan kaus rancangan Marc Jacobs, yang menunjukkan dukungan untuk Hillary.