Hari Buku Sedunia, 5 Fakta soal Buku: Paling Tebal hingga Termahal

Penjualan Buku Bekas Menurun
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sugiharto Purnama

VIVA – Hari buku sedunia diperingati setiap tahunnya pada tanggal 23 April. Hari buku sedunia ditetapkan oleh UNESCO dan pertama kali diperingati pada tahun 1995. 

Hari buku diperingati untuk mengkampanyekan membaca, penerbitan dan hak cipta buku. Berikut ini adalah bebarapa fakta mengenai buku dari berbagai sumber.

Buku Paling Mahal di Dunia

Buku paling mahal di dunia adalah The Codex Leicester karya Leonardo da Vinci. Buku setebal 72 halaman ini berisi pemikiran dan teori berbagai macam topik, seperti pergerakan air, mengapa bulan bersinar, dan bahkan teori tentang fosil. 

Pada 1717, manuskrip itu dibeli untuk pertama kalinya oleh Thomas Coke, kemudian pada 1980 naskah itu jatuh ke tangan kolektor seni Armand Hammer. Namun pada tahun 1994 buku tersebut dibeli oleh Bill Gates yang membayar sebesar 19 juta Euro atau sekitar Rp470 miliar dan menjadikan buku ini menjadi buku paling mahal yang pernah dijual.

Buku Paling Tebal di Dunia

Buku paling tebal yang di dunia yang tercatat di Guinnes World Records adalah buku berjudul Shree Haricharitramut Sagar. Buku yang memiliki ketebalan 496 mm ini berisi tentang biografi dari Bhagwan Shree Swaminarayan. Buku ini mencatat rekor sebagai buku paling tebal di dunia pada 2 Februari 2020 oleh Gyanjivandasji Swami, seorang tokoh asal Gujarat, India.

Buku dengan Jumlah Kata Paling Banyak

Marienband of Love adalah novel terpanjang di dunia, dengan jutaan kata dan cerita yang disusun secara cermat oleh Mark Leach. Buku ini memegang rekor dengan jumlah kata yang sangat banyak, yaitu 17,8 juta kata dan 10.710 halaman.

Islandia, Negara Paling Melek Literasi

Islandia menjadi negara paling melek literasi di dunia. Menurut BBC, di negara ini memiliki lebih banyak penulis, buku yang diterbitkan dan buku yang dibaca, per kepala dibanding tempat lain di dunia. Negara berpenduduk 320 ribu jiwa tersebut dapat menghasilkan 1.000 judul setiap tahun termasuk karya terjemahan. 
Menurut konsorsium penerbit Nordik, pada 2012 terdapat 3,5 judul yang diterbitkan per 1000 penduduk. Rata-rata hasil cetak untuk setiap buku di negara itu mencapai 1.000 eksemplar, setara dengan 1 juta eksemplar di Amerika.

Bibliosmia

Bagi anda para pecinta buku atau kutu buku pasti sudah tidak asing lagi dengan aroma buku yang bikin nyaman, apalagi ketika buku terebut baru dibeli dan dibuka. Aroma yang sering anda cium ketika membuka buku adalah Bibliosmia. 

Bibliosmia menjadi aroma yang disukai oleh pecinta buku karena menganggap penting aroma ini sebagai bagian dari buku. Aroma ini berasal dari senyawa kimia yang terdapat di dalam kertas.

Penulis: Dion Yudhantama