Dicap Agama Penindas Wanita, Model & Balerina Ini Tak Ragu Peluk Islam

Fatima, wanita asal Italia yang memilih menjadi Mualaf
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Barat Bersyahadat

VIVA – Fatima, wanita asal Italia, merasa bersyukur karena pindah ke London, Inggris. Berkat kepindahannya itu, wanita yang dulu berprofesi sebagai model dan balerina profesional tersebut akhirnya mengenal Islam dan menjadi mualaf.

Hidup di dunia hiburan, membuat Fatima terbiasa pergi ke diskotek hingga minum-minuman keras. Terlebih dia sangat menyukai musik, yang dia anggap sebagai agama, karena mampu memberinya ketenangan.

Tapi kemudian, dia menyadari bahwa gaya hidup seperti itu tidaklah baik. Fatima menceritakan, ada begitu banyak keragaman agama di London.

Dan dia bersyukur, karena di sana orang-orang diberi kebebasan untuk memeluk agama apa pun, tanpa ada pembatasan atau larangan. Termasuk orang Muslim yang bisa dengan bebas bekerja tanpa ada masalah.

Tidak seperti negara asalnya Italia, di mana banyak orang yang mengaku anti Islam dan menganggapnya sebagai agama teroris. Namun, hal itu tidak dia ditemukan di London. 

"Sehingga mendorong saya menelaah apa itu Islam yang selalu dikaitkan dengan terorisme dan penindasan wanita karena berhijab dan kekerasan pada wanita," ujarnya saat bercerita yang dilansir tayangan konten channel YouTube Barat Bersyahadat, dikutip VIVA, Selasa 25 Januari 2022. 

Meski di negara Eropa, Islam kerap dicap sebagai agama teroris dan menindas wanita, hal itu malah mendorong Fatima untuk lebih mengenal Islam. 

"Itu semua jadi pendorong saya untuk menelaah dan syukur Alhamdulillah, saya sadar bahwa Islam tak seperti anggapan banyak orang, sehingga kajilah dahulu sebelum menilai suatu agama. Dan Alhamdulillah, akhirnya saya jadi Mualaf," ungkap dia. 

Wanita yang kini berprofesi sebagai chef itu menilai, Islam adalah agama yang damai dan tidak seperti yang digembor-gemborkan oleh media Barat. 

"Mungkin benar ada orang yang jadi teroris, tapi umat Islamlah yang pertama menolaknya dan menyatakan perang terhadap terorisme, sebab perbuatannya bertentangan dengan agama," kata dia. 

"Tetapi ada juga orang Kristen yang berperilaku buruk dan masuk penjara atas kejahatannya. Tapi banyak juga orang Kristen yang rajin ke gereja. Jadi banyak orang jahat di dunia ini dan bukan hanya terorisme yang selalu dikaitkan dengan Islam," tambah dia. 

Itulah salah satu alasan yang memicu Fatima akhirnya menelaah tentang Islam dan banyak hal yang menurutnya indah dari ajaran agama ini. 

"Islam memiliki banyak sekali hal indah yang saat saya amalkan justru memperbagus diri saya dan saya suka. Selain juga ada hal-hal lain yang membuat saya cinta pada agama Islam ini," imbuh Fatima.