Simak Panduan Makan Pasien Diabetes Jika Ingin Puasa Lancar

Cek Diabetes di Klinik Diabetes Care di Jakarta.
Sumber :
  • REUTERS/Beawiharta

VIVA – Selain berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani puasa agar dapat dilakukan perubahan dosis obat, pasien diabetes nyatanya juga harus melakukan perubahan pola makan. Hal paling penting yang harus dilakukan adalah memerhatikan asupan karbohidrat sederhana yang manis-manis, seperti gula, baik gula pasir, gula jawa, atau gula batu.

Dr. dr. Em Yunir, SpPD-KEMD mengatakan, saat berbuka puasa boleh dimulai dengan karbohidrat sederhana, tapi jangan dalam jumlah yang terlalu banyak.
 
"Biasanya teh manis dengan kurma tiga butir cukup, kemudian makan lengkap dengan komposisi seperti biasa. Ada karbohidrat, sebaiknya karbohidrat yang kompleks, protein, dan lemak," kata Yunir saat ditemui VIVA baru-baru ini.

Anda juga harus memperhitungkan penyerapan karbohidrat agar gula darah tidak naik berlebihan. Perhitungan tersebut dilakukan sesuai tinggi dan berat badan.

Yunir juga mengingatkan agar pasien diabetes menghindari makanan siap saji, gorengan, dan gula saat berpuasa. Karena makanan ini hanya dalam hitungan lima menit efeknya sama dengan makan yang kalap. Disarankan agar memilih makanan yang sederhana saja waktu membatalkan puasa.

Untuk minuman pun harus pilih yang bebas gula atau mengandung kalori tinggi. Air sangat penting bagi pasien diabates untuk menjaga kadar cairan dalam darahnya.

Jika gula darah sudah mulai rendah dan ketika pemeriksaan ada kondisi gejala gula rendah, atau sudah memasuki 60 tapi belum ada keluhan, pasien diabetes disarankan untuk berbuka puasa.

"Tapi, kalau baru selesai sahur gula darah susah 70, disarankan untuk tidak puasa. Kalau sudah 60 pada waktu masih jam 3, harus buka puasa, kalau sudah drop bisa koma," ucap Yunir