Makin Lanjut Usia, Beban Penyakit Makin Berat

Mantan Menkes RI, Nafsiah Mboi
Sumber :
  • VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis

VIVA – Indonesia mencatat kemajuan besar dalam bidang kesehatan sejak tahun 1990, dengan meningkatnya usia harapan hidup. Tercatat, di tahun 2016, usia angka harapan hidup menjadi delapan tahun lebih lama serta menurunnya beban penyakit menular seperti diare dan tuberkulosa (TBC).

Namun, pada saat ini juga Indonesia menghadapi tantangan meningkatnya berbagai penyakit tidak menular, antara lain penyakit jantung, diabetes, stroke, kanker, dan Iain-Iain. Beban penyakit ganda tersebut tentu berdampak pada kualitas kehidupan seseorang.

"Indonesia saat ini menghadapi tantangan ’Beban Ganda Penyakit’. Kita harus tetap giat melakukan berbagai upaya untuk menurunkan infeksi penyakit menular seperti TB, diare dan berbagai gangguan kesehatan ibu dan bayi. Pada saat bersamaan, kita juga perlu meningkatkan berbagai upaya pencegahan dan mengatasi penyakit-penyakit tidak menular, yang pengobatannya membutuhkan biaya yang sangat besar," ujar Menkes RI periode 2012-2014, dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH, dalam temu media, di kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat 29 Juni 2018.

Nafsiah yang sekaligus Ketua Studi berjudul Burden of Disease ini mengatakan bahwa masalahnya makin kompleks dengan meningkatnya usia harapan hidup di Indonesia, dengan tantangan kombinasi berbagai penyakit pada penduduk Ianjut usia.

"Sistem kesehatan yang dibutuhkan yaitu pendekatan holistik. Dampak dan kebutuhan untuk fisik, mental, dan sosial harus diperhatikan bahwa itu semua adalah siklus hidup," ungkapnya.

Terlebih, beban penyakit di usia tua semakin banyak tantangannya. Hal ini, menurutnya, dampak dari pencegahan yang tidak dilakukan sejak usia muda.

"Misal vaksinasi diare tidak dilakukan di usia muda, maka membuat usia tua makin buruk. Main hp terus dengan posisi buruk, memicu postur tubuh terganggu di usia tua. Merokok di usia muda, memicu stroke dan penyakit jantung lebih cepat," tegasnya. (ase)