Wanita Ternyata Sering Mengabaikan Masalah Penuaan Miss V

Menurut survei, hanya 10 persen wanita yang bisa dengan mudah mencapai orgasme.
Sumber :
  • dok. pixabay

VIVA – Wanita selama ini dikenal sebagai sosok yang memperhatikan banyak hal. Namun, sebuah penelitian justru mengungkapkan bahwa mereka tidak terlalu memperhatikan diri mereka sendiri, termasuk urusan organ intimnya alias miss V.

Seperti diketahui, masalah pada bagian intim adalah salah satu yang bisa mengurangi kualitas hidup. Tetapi menurut jurnal penelitian Menopouse, wanita sering tidak melaporkannya.

Vulvovaginal atrophy (VVA) diperkirakan mempengaruhi hingga 98 persen wanita pascamenopause, banyak di antaranya tidak mencari bantuan. Peneliti mengumpulkan data lebih dari 2.000 wanita menunjukkan bahwa dampak negatif VVA pada kehidupan wanita sebanding dengan orang yang hidup dengan radang sendi, asma, dan sindrom iritasi usus.

“VVA mempengaruhi kualitas hidup, harga diri dan hubungan intim,” kata Direktur Eksekutif North American Menopause Society, Dr. JoAnn Pinkerton, seperti dikutip dari New York Post.

VVA dapat mengarah pada apa yang oleh banyak wanita dianggap sebagai gejala pascamenopause umum, seperti kekeringan, rasa terbakar dan gatal pada vagina. Kondisi ini disebabkan oleh menurunnya kadar estrogen dan androgen, yang mengakibatkan dinding vagina menipis, berkurangnya elastisitas, dan terutama lubrikasi yang berkurang.

Para peneliti mengatakan, kurangnya pemahaman secara keseluruhan tentang kesehatan bagian intim wanita membuat orang percaya bahwa gejala menyakitkan ini adalah bagian dari penuaan. Namun hal ini bisa diatasi.

"Kabar baiknya adalah bahwa ada terapi over-the-counter, seperti pelumas dan pelembap vagina, serta terapi resep lokal yang dapat mengurangi kekeringan vagina dan seks yang menyakitkan serta meningkatkan kualitas hidup bagi wanita," tutur Pinkerton. (mus)