Penis Bengkok Saat Ereksi, Waspada Penyakit Ini

Ilustrasi pria/laki-laki.
Sumber :
  • Pixabay/pexels

VIVA – Setiap pria punya reaksi berbeda ketika mengalami ereksi. Sejumlah pria mengaku penisnya bengkok pada saat ereksi. Hal itu sepenuhnya normal. Namun, jika kamu memiliki bengkok yang lebih signifikan pada penis,  itu dapat menyebabkan rasa sakit dan kesulitan saat berhubungan seks. Bukan cuma itu, bengkok yang signifikan pada penis bahkan dapat menjadi tanda penyakit Peyronie.

Penyakit Peyronie adalah suatu kondisi yang sebagian besar mempengaruhi pria di atas usia 40 tahun. Tetapi tidak menutup kemungkinan, masalah ini juga bisa terjadi pada usia berapapun. Penyakit Peyronie dapat diobati, tetapi komplikasi yang mengkhawatirkan dapat terjadi. Termasuk rasa sakit pada penis, panjang penis yang berkurang, ketidakmampuan untuk berhubungan seks, dan stres serta kecemasan.

Ingin tahu lebih jauh mengenai Peyroni? Kenali gejala yang mesti kamu khawatirkan jika memiliki Peyronie seperti dikutip laman Daily Star.

Jaringan parut

Jaringan parut yang terkait dengan penyakit Peyronie dikenal sebagai plak, yang dapat dirasakan di bawah kulit penis. Kondisi ini bisa terasa seperti benjolan rata, atau ikatan jaringan keras.

Bengkok yang signifikan pada penis

Penis kamu mungkin melengkung atau bengkok ke atas, ke bawah, atau menekuk ke kedua sisi. Namun, jika kamu memiliki lengkungan yang signifikan, kamu mungkin memiliki penyakit Peyronie.

Masalah ereksi

Jika memiliki penyakit Peyronie, kamu mungkin kesulitan mempertahankan ereksi. Seringkali pria yang menderita penyakit Peyronie mengalami disfungsi ereksi sebelum gejala lainnya dimulai.

Pemendekan penis

Penyakit Peyronie dapat menyebabkan penis menjadi lebih pendek.

Nyeri

Kamu juga mungkin mengalami rasa sakit pada penis dengan atau tanpa ereksi.

Kelainan bentuk penis

Dalam beberapa kasus penyakit Peyronie, pria pernah mengalami penyempitan pada penis yang ereksi, lekukan atau bahkan penampilan seperti jam pasir. Ada gejala penyakit Peyronie yang mungkin memburuk dari waktu ke waktu, tetapi biasanya stabil sekitar tiga hingga 12 bulan.

Setelah satu atau dua tahun rasa sakit biasanya akan membaik, tetapi pemendekan dan lekukan atau bengkok penis akan sering berlangsung.