Vaksin COVID-19 Sudah Ada, Masih Perlukah Pakai Masker?

Ilustrasi masker.
Sumber :
  • Freepik/tirachardz

VIVA – Pemerintah Indonesia pekan lalu sudah menerima 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 dari China, Sinovac. Banyak yang menanti dan berharap kondisi pandemi segera membaik dengan tibanya vaksin ini.

Namun, kedatangan vaksin bukan berarti menjadi akhir dari COVID-19. Sudah banyak ahli yang mengatakan bahwa kita masih harus terus mematuhi protokol kesehatan. Bahkan, mereka yang sudah mendapat vaksin pun masih harus memakai masker.

Vaksin COVID-19 memang dibuat untuk mengatasi masalah dan mencegah infeksi, tapi masih banyak hal yang belum diketahui jawabannya. Dikutip laman Times of India, vaksin akan mengajarkan tubuh kita untuk mengembangkan antibodi dan mengenali strain virus tapi tidak sekaligus membasminta. Seberapa besar imunitas yang diberikan, atau menurunkan risiko transmisi masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab.

Selain itu, keefektifan vaksin COVID-19 masih dipertimbangkan. Meskipun banyak vaksin dikembangkan, kita masih belum tahu berapa kali vaksinasi yang efektif dan memberikan perlindungan paling maksimal. Keampuhan vaksin juga beragam dari uji klinis dan dunia nyata.

Karenanya, masker menjadi pencegahan yang lebih baik dibandingkan dengan langkah kesehatan apapun untuk memberikan perlindungan yang cukup dari virus corona. Ada alasan yang baik kenapa penggunaan masker diadopsi oleh banyak negara yang rentan terhadap wabah penyakit pernapasan.

Masker bisa menurunkan risiko penyebaran infeksi hingga 70 persen ketika digunakan dengan benar. Masker juga melindungi penularan ketika sakit, orang yang terinfeksi memakai masker di tempat umur dan dengan demikian mencegah penyebaran kuman yang bertransmisi saat terjadi kontak.

Dalam upaya melawan pandemi dan turut serta dalam program bantuan presiden melalui Kementerian Sosial, PT Elvindo Jaya Medica telah membantu Indonesia dengan menyumbang masker medis ke Pusdokkes Mabes Polri.

PT Elvindo Jaya Medica yang dikelola oleh Rico Wijayamemproduksi masker medis premium dengan merek HEALTHYFIRST. Masker ini mampu melindungi dari virus, bakteri, dan polusi, serta telah melalui proses sinar UV.

Menurut Universitas New Hampshire di Durham, Inggris, sinar UV meresapi masker dan dapat berfungsi untuk merusak ikatan molekul yang menyatukan asam nukleat (DNA atau RNA) dari virus atau bakteri, serta mencegahnya agar tidak menginfeksi dan berlipat ganda di dalam sel manusia.

Saat ini kasus COVID-19 masih tinggi. Patuhi selalu protokol kesehatan dan jangan lupa lakukan 3M: Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan Pakai Sabun. 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#pakaimasker
#jagajarak
#cucitanganpakaisabun