Bayi 3 Bulan Alami Kondisi Langka, Terlahir dengan 3 Penis

Ilustrasi bayi.
Sumber :
  • ISTOCK/BBC.com

VIVA – Seorang bayi di Irak diketahui lahir dengan kondisi yang tidak biasa. Bayi tersebut diketahui merupakan bayi pertama di dunia yang lahir dengan tiga penis

Kondisi yang dialami bayi tersebut diketahui merupakan kondisi langka bernama triphallia, yang belum pernah dilaporkan sebelumnya. Dokter di Wilayah Kurdistan merinci kasus ini dalam jurnal medis International Journal of Surgery Case Reports.

Menurut laporan MailOnline, bayi yang tidak diberitahukan namanya itu berusia tiga bulan ketika diketahui memiliki tiga penis, dan tidak jelas mengapa tidak ditemukan saat lahir. Saat itu orangtua bayi yang berasal dari kota Duhok, membawa bayi itu ke rumah sakit karena skrotumnya bengkak dan ada "dua tonjolan kulit".

Namun yang mengejutkan, para dokter menemukan tonjolan itu adalah penis, dengan panjang 2cm dan 1cm. Namun, penis itu tidak berfungsi seperti organ yang berfungsi juga tidak memiliki uretra untuk disapih dan tidak jelas dari laporan apakah mereka terhubung ke sistem reproduksi. Sedangkan hanya satu dari penis ekstra yang memiliki kepala.

Dokter mendiagnosis bayi tersebut mengalami supernumerary penis, kondisi yang sangat langka yang pertama kali terlihat pada 1609, di mana bayi lahir dengan lebih dari satu penis. Kondisi tersebut mempengaruhi satu dari setiap lima hingga enam juta kelahiran dan tidak pernah sama dari satu kasus ke kasus lainnya, kata laporan itu.

Sekitar 100 kasus bayi yang lahir dengan dua penis telah dilaporkan dalam literatur medis, dan dalam beberapa kasus kedua penis berfungsi. Sebelumnya para dokter di India mengklaim telah merawat seorang anak laki-laki berusia dua tahun yang lahir dengan tiga penis dan tanpa anus, namun tampaknya cerita tersebut tidak pernah ditulis dalam jurnal medis.

Terkadang kondisi langka itu bisa disertai masalah lain, seperti kandung kemih ganda. Misalnya, seorang bayi yang lahir dengan dua penis di Rusia juga memiliki kaki ketiga dan tidak memiliki anus.

Tim medis di Irak yang dipimpin oleh Dr Shakir Saleem Jabali mengatakan, tidak ada bukti adanya masalah kesehatan lain pada bayi tersebut. Mereka juga memeriksa apakah bayi tersebut telah terpapar alkohol atau obat-obatan selama kehamilannya dan hasilnya tidak.

Mereka bingung bagaimana kondisi itu bisa terjadi. Akhirnya tim medis memutuskan bahwa pilihan terbaik adalah dengan hati-hati melepaskan dua penis yang tidak berfungsi melalui operasi.

Setahun kemudian, bayi itu sehat dan telah pulih dengan baik tetapi perlu pemeriksaan saat ia melewati masa pubertas dan "sebelum menikah", kata laporan itu.

“Triphallia (tiga penis) adalah kondisi manusia yang tidak dilaporkan sampai sekarang. Perawatannya sulit karena mengandung aspek medis, etika, dan kosmetik," tulis Dr Jabali.