Tak Semua Telur Berkualitas Bagus, Begini Cara Mengetahuinya

Telur
Sumber :
  • buzzquiz

VIVA – Speliasis gizi klinik, dr. Verawati Sudarma, M.Gizi, Sp.GK, menjelaskan, dalam satu butir telur mengandung 75 gram kalori, 7 gram protein, 5 gram lemak dan hampir tidak memiliki karbohidrat. Selain mengandung makronutrien, ternyata dalam satu butir telur mengandung banyak sekali mikronutrien, seperti vitamin dan mineral. 

Dokter Verawati memaparkan, mineral yang banyak terkandung dalam satu butir telur, antara lain zat besi, magnesium, kalsium dan fosfor. Sedangkan untuk vitamin, hampir semua vitamin terkandung dalam satu butir telur, kecuali vitamin C. 

Namun meski mengandung banyak sekali vitamin dan mineral yang sangat bermanfaat bagi tubuh, nyatanya tidak semua telur memiliki kualitas yang baik. Lalu, bagaimana cara memilih telur yang bagus dan memiliki kualitas yang baik? 

1. Beli telur yang disimpan pada suhu dingin

"Dianjurkan membeli telur yang disimpan pada suhu dingin atau pada lemari pendingin. Diharapkan kualitas telur menjadi terjaga, juga infeksi salmonella dapat ditekan," ujar dr. Verawati dalam tayangan Hidup Sehat tvOne, Jumat 24 September 2021. 

2. Perhatikan bentuk telur

Tips berikutnya adalah dengan memerhatikan bentuk telur. Verawati menyarankan, pilih telur yang warnanya cukup baik atau terang, permukaannya licin dan tidak ada retakan pada permukaan telur, karena memungkinkan kuman masuk ke dalam bagian dalam telur.

3. Pastikan telur tidak berbau

“Telur yang sehat tentu saja telur yang tidak memiliki bau. Sedangkan apabila tercium bau yang cukup busuk, maka menunjukkan bahwa terdapat kontaminasi di bagian dalam telur tersebut," terang dia. 

Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah telur tersebut dalam keadaan segar atau tidak busuk? 

"Salah satu caranya dengan memasukkan telur ke dalam air. Telur yang segar umumnya memiliki berat jenis yang tinggi, sehingga akan tenggelam di dasar air. Sedangkan telur yang tidak segar biasanya akan mengambang dan tidak tenggelam di dasar air," ungkap dia. 

"Cara lainnya adalah bisa kita lihat, permukaan telur kita terangi dengan senter. Terdapat juga bagian yang kosong di bagian atas yang menandakan terdapatnya rongga atau cairan berlebihan yang terbentuk akibat penyimpanan yang terlalu lama," imbuh dr. Verawati Sudarma.