Amenore & Dismenore, Gangguan Menstruasi yang Sering Dikeluhkan Wanita

Ilustrasi menstruasi/haid/pembalut.
Sumber :
  • Freepik

VIVA – Premenstrual syndrome (PMS) atau sindrom pra menstruasi adalah gejala-gejala yang dialami wanita sebelum memasuki masa bulanan atau dikenal sebagai menstruasi atau haid.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr Joan Meutia Sari Sp.OG., menjelaskan, gejala PMS berupa perubahan fisik, perubahan perilaku, termasuk perubahan emosi. Secara umum, gejala PMS muncul 1-2 minggu sebelum hari pertama menstruasi setiap bulannya.

"Gejala ini yang sering muncul seminggu sebelum terjadinya menstruasi. Mungkin berbeda-beda yang dirasakan antara lain mudah letih, nyeri pada payudara, perubahan mood, jerawat dan lainnya," ujarnya saat live di Instagram Sahabat Siloam, baru-baru ini. 

Lebih lanjut, dokter Joan turut mengungkapkan seputar Amenore dan Dismenore, yang merupakan dua gangguan haid yang kerap dikeluhkan oleh pasien. 

Ilustrasi menstruasi/nyeri haid.

Photo :
  • Pixabay/Saranya7

"Amenore merupakan kondisi di mana seorang perempuan tidak mengalami menstruasi pada masa seharusnya menstruasi. Dan dismenore merupakan kram atau nyeri yang dirasa kan sebelum atau selama haid berlangsung. Hal ini dapat disebabkan oleh adanya zat kimia prostaglandin yang dihasilkan oleh tubuh selama menstruasi,” jelas dia.

Apabila merasakan nyeri haid yang sangat hebat, Joan menyarankan untuk berkonsultasi pada ginekolog agar dapat mengetahui faktor lain yang menyebabkan hal tersebut. 

Joan juga turut memberikan tips agar lebih nyaman dalam menjalani masa menstruasi, di antaranya adalah cukup istirahat dan tidur selama 7-8 jam. Pastikan juga tubuh cukup cairan dengan minum air putih yang cukup.
 
"Mandi air hangat atau kompres perut dengan air hangat dapat memberikan rasa rileks dan mengurangi rasa kram dan nyeri. Kurangi konsumsi garam karena tubuh cenderung menahan air pada saat haid, sehingga payudara akan terasa kencang dan nyeri, selain itu rasa begah atau bloating akan dapat berkurang," ungkapnya. 

Ilustrasi makanan sehat.

Photo :
  • Istimewa

Joan juga menyarankan untuk banyak mengonsumsi makanan bergizi, terutama makanan yang mengandung zat besi. Selain itu, olahraga juga tidak kalah penting. 

"Olahraga 150 menit per minggu atau 30 menit selama 5 hari akan membuat rileks. Selain itu, olahraga juga dapat menjaga berat badan ideal dan mengalihkan pikiran dari rasa tidak nyaman pada saat menstruasi," pungkas dr. Joan Meutia Sari.