Sering Kesemutan dan Mati Rasa, Awas Bahaya Diabetes Ini Mengintai

Ilustrasi kesemutan.
Sumber :
  • http://khasiat-tanaman-obat-herbal.blogspot.com/

VIVA Lifestyle – Data Riset Kesehatan Dasar 2018 menemukan sebanyak lebih dari 10 juta warga di seluruh Indonesia mengidap diabetes. Banyak yang tak menyadari bahwa diabetes mengintai sehingga dampak kesehatan di masa depan pun kerap mengintai, salah satunya neuropati.

Sekretaris Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), DR. Dr. Wismandari, SpPD, K-EMD menjelaskan bahwa diabetes adalah penyakit menahun (kronis) berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Permasalahan yang ada saat ini terkait penyakit diabetes bahwa banyak yang tak menyadari dirinya mengidap diabetes. Scroll selanjutnya ya.

"Sebagian besar, sekitar 3 diantara 4 orang, penderita diabetes tidak menyadari kalau dirinya menderita penyakit diabetes dan kurangnya kesadaran terhadap kontrol berkala. Orang dengan diabetes memiliki risiko komplikasi seperti stroke, penyakit jantung koroner, arteri perifer, retinopati diabetik, nefropati diabetik dan neuropati," ujarnya dalam Kampanye Hidup Bebas Tanpa Kebas dan Kesemutan dan peluncuran Neurometer, di Jakarta, Rabu 9 November 2022.

Ilustrasi kesemutan

Photo :
  • U-Report

Komplikasi diabetes, katanya, selain dapat menimbulkan kematian, juga dapat mengurangi kualitas hidup. Oleh karena itu, orang dengan diabetes harus teratur melakukan konsultasi atau kontrol ke dokter, patuh pada rekomendasi penanganan yang diberikan oleh dokter dan melakukan deteksi dini risiko penyakit penyerta.

"Contohnya, gangguan neuropati diabetik yang dapat membuat penderita tidak menyadari bila ada luka pada tubuhnya," ucapnya.

Senada, Dokter Spesialis Saraf, DR. dr. Rizaldy Taslim Pinzon, M.Kes,Sp.S menjelaskan gejala pada pasien diabetes yang mengidap neuropati bisa cukup beragam. Namun, tanda yang cukup khas adalah rasa kesemutan yang tanpa henti dan tanpa penyebab. Atau juga, rasa nyeri yang begitu menyiksa sehingga sulit beraktivitas.

Ilustrasi diabetes.

Photo :
  • Pexels/Nataliya Vaitkevich

"Rasa kebas, kesemutan, rasa seperti tertusuk, dan sensasi panas atau terbakar di tangan dan kaki merupakan gejala umum dari neuropati yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien. Kerusakan saraf dapat bersifat irreversible jika lebih dari 50 persen serabut saraf telah rusak," katanya.

Untuk itu, kata dokter Pinzon, deteksi dan penanganan sedini mungkin sangat penting dilakukan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengonsumsi vitamin B neurotropik yang telah terbukti efektif menurunkan gejala neuropati diabetik sebesar 66 persen berdasarkan Studi Klinis 2018 NENOIN.   

Berdasarkan Studi Klinis 2018 NENOIN, mengonsumsi satu tablet berisi Vitamin B1 (100mg), B6 (100mg) dan B12 (5000mg) selain dapat mengurangi gejala neuropati secara efektif, juga terbukti aman digunakan dalam jangka panjang oleh orang dengan diabetes. 

"Neurometer merupakan aplikasi penilaian risiko neuropati pertama di Indonesia, yang dapat diakses melalui akun Instagram Neurobion, yakni @Neurobionid. Neurometer berisi beberapa pertanyaan yang dapat menilai risiko seseorang terhadap neuropati. Aplikasi berbasis web ini bukan merupakan alat diagnosis mandiri dan tidak menggantikan diagnosis medis. Namun, hasil dari penilaian risiko ini dapat membantu untuk dapat berkonsultasi lebih lanjut ke dokter," imbuh Brand Director Personal Healthcare P&G Health Indonesia, Anie Rachmayani.

Menurut International Diabetes Federation (IDF) Atlas edisi ke-10, saat ini setidaknya 1 dari 10 orang atau sebanyak 537 juta orang di dunia hidup dengan diabetes. Apabila tidak ada intervensi, angka ini diproyeksikan akan meningkat, mencapai 643 juta pada tahun 2030 dan 784 juta pada tahun 2045.