Dokter di Taiwan Mengeluarkan 300 Batu Ginjal Dari Perut Wanita, Hal Penting Ini Harus Diwaspadai

Batu ginjal
Sumber :
  • Instagram/creativox

TAIWAN  – Media sosial saat ini tengah dihebohkan dengan berita terkait seorang dokter di Taiwan yang mengeluarkan lebih dari 300 batu dari ginjal seorang wanita. 

Dilansir dari NDTV.com, Kamis, 21 Desember 2023, wanita berusia 20 tahun yang diidentifikasi sebagai Xiao Yu itu ternyata memiliki kebiasaan tidak baik hingga membuat tubuhnya tidak sehat. Xiao Yu biasanya hanya menghidrasi tubuhnya dengan minuman manis dan bukan air putih, berdasarkan laporan dari Independent. 

Akibat dari gaya hidup yang tidak sehat dan jarang minum air putih itu, Xiao Yu akhirnya harus dirawat di Chi Mei Hospital di kota Tainan. Ia dirawat setelah mulai mengalami demam dan nyeri yang serius di bagian punggung bawah.

Hasil USG menunjukkan ginjal kanannya bengkak berisi cairan dan terdapat ratusan batu ginjal di dalamnya. Menurut CT scan, batu tersebut berukuran antara 5 mm dan 2 cm. Tes darah selanjutnya juga menunjukkan peningkatan jumlah sel darah putih.

Ketika ditanya tentang kondisinya, Xiao Yu mengatakan kepada dokter bahwa dirinya tidak suka minum air putih dan lebih memilih menghidrasi dirinya dengan minuman seperti bubble tea, jus buah, dan minuman beralkohol selama bertahun-tahun. Hal ini mengakibatkan dehidrasi kronis dan penumpukan mineral di ginjalnya.

Dokter kemudian melakukan operasi selama 2 jam yang disebut percutaneous nephrolithotomy dan mengeluarkan sekitar 300 batu dari ginjal Xiao Yu. 

Setelah dilakukan operasi dan perawatan, kondisi wanita tersebut stabil dan dia pun dipulangkan beberapa hari kemudian.

Ahli bedah Dr Lim Chye-yang, yang melakukan prosedur tersebut, mengatakan batu ginjal dapat disebabkan oleh beberapa hal, termasuk asupan air yang tidak mencukupi atau pola makan yang tinggi kalsium dan protein, berdasarkan laporan dari Metro.

"Asupan air yang tepat sangat penting untuk mengencerkan mineral dalam urin. Jika tubuh kekurangan air, mineral dalam urin mudah terkonsentrasi sehingga meningkatkan risiko pembentukan batu," ujarnya.