Pencinta Drakor Merapat, Dokter Zaidul Akbar Sebut Kimchi Sangat Baik Buat Kesehatan

Kimchi atau kubis Korea pedas
Sumber :
  • Times of India

VIVA Lifestyle – Beralih ke pola hidup sehat mungkin tidak mudah bagi sebagian orang, mengingat ada berbagai kebiasaan yang diganti termasuk makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Kebanyakan orang berpikir bahwa makanan yang sehat dan bergizi pasti mahal harganya karena mempertimbangkan kualitas.

Padahal, menurut dr. Zaidul Akbar makanan yang sehat dan bergizi tidak perlu dilihat dari harganya. Banyak sumber makanan yang murah tapi punya segudang kandungan baik bagi kesehatan.

Pecinta drama Korea pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Kimchi, yaitu makanan fermentasi yang biasanya terbuat dari sayuran seperti sawi putih, wortel atau timun. Yuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.

Kimchi punya cita rasa yang pedas dan asam yang dihasilkan dari proses fermentasi. Dokter Zaidul Akbar mengungkapkan bahwa makanan berfermentasi seperti kimchi sangat baik untuk kesehatan.

Kimchi

Photo :
  • Pixabay/Daecheonnet

"Beberapa jenis makanan yang sifatnya fermentasi, seperti ini (kimchi). Orang Korea mau makan apapun pasti pakai kimchi," jelasnya, mengutip video YouTube Zaidul Akbar Official, Selasa 23 Januari 2024.

Menurut pakar kesehatan itu, orang Korea cenderung punya gaya hidup yang sehat dan sangat memperhatikan makanannya. Kimchi juga menjadi salah satunya yang baik bagi kesehatan karena melibatkan bakteri baik saat proses fermentasi.

Dokter Zaidul Akbar juga menyarankan untuk konsumsi makanan mengandung cuka, yang di dalamnya terkandung zat antimikroba, asam asetat, asam gallic, hingga katekin yang bagus untuk tubuh.

"Makanan fermentasi itu sebenarnya ada bakteri yang terlibat. Kalau saya sarankan makan cuka, cuka itu kan bakteri. Kalau nggak, makanan fermentasi yang lainnya ada tempe, tauco, asinan," jelasnya.

Ilustrasi Baechu Kimchi (Kimchi Sawi Putih)

Photo :
  • SamWon

Dokter Zaidul Akbar menyarankan agar makanan-makanan fermentasi seperti kimchi tersebut dikonsumsi sebelum makan karena menjadi sumber serat yang tinggi.

Selain makanan berfermentasi, ada cara mengganti menu harian supaya lebih sehat dan bergizi yakni mengganti nasi dengan sumber karbohidrat lainnya.

Mengingat nasi punya kandungan gula yang cukup tinggi, maka bisa diganti dengan kentang atau umbi-umbian yang lain.

Zaidul Akbar

Photo :
  • Tangkapan Layar: Instagram

"Nggak makan nasi nggak apa-apa tapi tetap butuh karbohidrat. Karbo sumbernya bisa jadi kentang atau jagung. Contohnya tinggal rebus jagung terus makan sama ikan," katanya.

Dokter Zaidul Akbar juga mengingatkan tentang isi piring yang harus mengandung gizi seimbang. Selain karbohidrat, harus ada juga serat, protein, dan vitamin lainnya.

"Dalam 1 piring, sayur setengah atau seperempat, kemudian ada protein seperti tempe. Jadi sebenarnya makan benar dan sehat nggak mahal asal tahu ilmunya," kata Zaidul Akbar.