Beragam Pengobatan Kanker Tiroid

Ilustrasi pengobatan
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id - Benjolan di tiroid perlu diwaspadai karena bisa jadi tanda Anda menderita kanker tiroid, meski kanker ini memang jarang menyebabkan pembesaran kelenjar.

"Jika ada benjolan di tiroid sebaiknya dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan apakah benjolan tersebut ganas atau tidak. Pemeriksaan yang perlu dilakukan adalah lab kadar thyroid stimulating hormone dalam darah, USG tiroid, tiroid scan dan biopsi," ujar dr Olivia Sp.PD saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Kamis, 11 Februari 2016.

Lebih lanjut, dia menambahkan untuk mengatasinya banyak pengobatan yang dapat dipilih, tergantung jenis kanker tiroid dan kondisi fisik serta preferensi penderita. Beberapa pengobatannya yang bisa dilakukan, seperti operasi, yodium radioaktif, terapi radiasi eksternal dan kemoterapi.

Tindakan operasi biasanya untuk mengangkat semua atau sebagian besar kanker tiroid. Untuk pengobatan yodium radioaktif, dosis besar sering digunakan setelah tiroidektomi untuk mengatasi sisa jaringan tiroid yang ada, atau bisa juga untuk mengobati kanker tiroid yang kambuh setelah pengobatan atau yang menyebar ke area lain tubuh.

Kemudian untuk radiasi eksternal, yaitu tindakan dengan menggunakan mesin dengan menembakkan sinar berenergi tinggi di titik-titik tertentu pada tubuh penderita. Sementara pengobatan kemoterapi, dengan menggunakan bahan kimia untuk membunuh sel kanker.

Kemoterapi biasanya diberikan dalam bentuk infus. Bahan kimia akan beredar ke seluruh tubuh dan membunuh sel-sel kanker.

"Semua tindakan medis ada risiko efek samping dan komplikasi. Jika terbukti ganas, maka harus dioperasi. Jika jinak bisa diberikan obat atau radioaktif," kata Olivia.