Ilmuwan Ciptakan Sayuran dengan Manfaat Seperti Brokoli

Ilustrasi Brokoli.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id – Anda mungkin sudah sering mendengar manfaat brokoli bagi kesehatan, tapi tidak banyak yang mengetahui kenapa sayuran ini memiliki manfaat yang luar biasa bagi tubuh.

Sebuah penelitian menemukan bahwa mengonsumsi brokoli dapat menurunkan risiko terkena penyakit jantung koroner, diabetes tipe 2 dan beberapa jenis kanker karena kandungan flavonoid yang ada di dalamnya.

Mengkonsumsi sayuran hijau ini setidaknya satu kali dalam sehari dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan peradangan. Dan, para ilmuwan yakin kini mereka sudah mendekati penemuan sayuran lain seperti kol dan kubis yang mengandung senyawa fenolik supertinggi.

“Senyawa fenolik memiliki aktivitas antioksidan yang baik, dan terdapat bukti yang terus berkembang bahwa aktivitas ini dapat mempengaruhi jalur biokimia yang berkaitan dengan peradangan pada mamalia. Kita membutuhkan peradangan karena itu adalah respon terhadap penyakit dan kerusakan dan juga berkaitan dengan terbentuknya sejumlah penyakit degeneratif,” ujar Dr Jack Juvik, ahli genetis dari University of Illinois seperti dikutip laman Daily Mail.

Menurutnya, mereka yang mengkonsumsi makan yang mengandung jumlah tertentu senyawa ini akan mengurangi risikonya terkena penyakit degeneratif.

Para peneliti, mengembangbiakkan dua garis brokoli dan mengukur total kandungan fenolik dan kemampuannya menghadapi sel oksigen. Hal ini dilakukan dengan melakukan eksperimen pada keturunannya. Mereka kemudian mencari gen yang terlibat dalam pembentukan senyawa tersebut, yang ada pada sayuran yang berpotensi.

Dengan mengidentifikasi gen tersebut, para peneliti yakin mereka sudah sedikit lagi mampu mengembangbiakkan sayuran super lainnya seperti kol dan kubis dengan dosis yang sangat besar.

“Masih membutuhkan waktu. Tapi, pekerjaan ini sudah pada arahnya hanya belum mendapat jawaban final. Kami berencana mengambil kandidat gen yang kami identifikasi di sini dan menggunakan mereka untuk program pengembangbiakkan. Tujuannya untuk meningkatkan manfaat kesehatan dari sayuran ini. Selain itu, kami juga harus memastikan hasil, penampilan, dan rasanya tetap terjaga,” ujar Dr. Juvik.

Senyawa fenolik diketahui tidak memiliki rasa dan stabil, artinya sayuran ini bisa dimasak tanpa menghilangkan sedikit pun manfaat kesehatannnya. Sekali dikonsumsi, senyawa ini akan diserap tubuh dan dikirim ke area tubuh tertentu atau terkonsentrasi di hati.

Sementara itu, aktivitas antioksidan senyawa ini membuat flavonoid tersebar ke dalam aliran darah dan mengurangi peradangan.

Manusia tidak dapat memproduksi senyawa fenolik sendiri, karenanya kita sangat bergantung pada apa yang kita makan untuk mendapatkan manfaat kesehatan. Dr. Juvik menyarankan agar kita mengkonsumsi brokoli atau sayuran Brassica lainnya setiap tiga atau empat hari untuk menurunkan risiko terkena kanker dan penyakit degeneratif lainnya.