Empat Masalah Genital yang Sering Dialami Anak

Perut "keroncongan" terjadi karena perut yang biasanya terisi menjadi tidak berisi.
Sumber :
  • pixabay/Lucken

VIVA.co.id – Saat anak mengeluhkan sakit pada organ genitalnya, orangtua kerap panik. Area genital memang penting, saat anak mengeluhkan sakit hal tersebut lantas menjadi indikator bagi orangtua bahwa ada hal serius yang terjadi pada anak Anda dan harus segera ditangani.

Namun Anda tidak perlu panik berlebihan saat anak mengeluh sakit pada area genitalnya. Sebelum buru-buru menelepon dokter, sebaiknya Anda tetap tenang dan telusuri terlebih dahulu alasan anak mengeluh sakit atau merasa tidak nyaman dengan area genitalnya.

Berikut ini empat masalah yang sering dialami anak pada area genitalnya. Seperti dilansir dari laman Todaysparent.

1. Fisura Anal

Saat si kecil menangis ketika buang air besar, Anda menemukan bercak darah pada kotorannya. Jangan panik, mungkin si kecil memiliki masalah pada pencernaannya yang menyebabkan konstipasi. Saat buang air besar, ia terlalu menekan sehingga, membuat anus menjadi lecet dan luka atau dalam medis disebut dengan Fisura Anal.

Jika benar, Anda cukup memberinya petroleum jelly atau pelembab kulit berbahan gel yang lembut tanpa pewangi di bagian anus anak yang terasa nyeri. Setelah itu berikan anak buah-buahan yang dapat melancarkan pencernaan seperti pepaya, agar anak tidak kesulitan dan lancar saat buang air besar.

2. Balanitis

Keadaan dimana terjadi inflamasi pada bagian kepala dan kulit penis si kecil yang biasanya terjadi pada anak lelaki yang belum disunat. Kejadian tersebut bisa terjadi akibat tidak menjaga kebersihan pada area penis tersebut.

Oleh sebab itu, dibutuhkan antibiotik topikal untuk membersihkan area tersebut. Selanjutnya, si kecil dan orangtua harus selalu memerhatikan kebersihan pada bagian penis.

3. Cacingan

Cacing sering kali menyebar dengan sangat cepat saat sudah menginfeksi anus si kecil, tak heran anak sering merasa gatal dan nyeri pada area tersebut. Karenanya, pastikan agar Anda sekeluarga tetap menjaga kebersihan seperti mencuci tangan, memotong kuku dan mencuci pakaian serta mengganti sprei secara rutin.

4. Iritasi kulit

Celana dalam terlalu ketat atau bahan celana anak yang tidak lembut membuat kulit area genital anak menjadi lecet dan memerah. Terlebih pada anak yang kelebihan berat badan, hal itu sering terjadi. Berikan petroleum jelly atau baby oil pada area kulit anak yang lecet, lalu hindari memberikan anak celana dalam yang terlalu ketat.

(mus)