Cara Efektif Tingkatkan Hormon Progesteron pada Wanita

Ilustrasi wanita.
Sumber :
  • Pixabay/Foundry Co

VIVA.co.id – Dalam tubuh perempuan, dikenal hormon estrogen, progesteron, dan testosteron yang memiliki peran penting dalam proses kehamilan, siklus menstruasi dalam tubuh wanita. Setiap hormon tersebut harus memiliki kadar yang seimbang dalam tubuh.

Namun, menjelang menopause semua hormon akan menurun produksinya. Estrogen akan turun hingga 40 sampai 60 persen, dan hormon progesteron bisa habis sama sekali.

Menurut Regy Zong, konsultan antiaging, progesteron ini yang harus dijaga dan ditingkatkan kadarnya. Sebab, semua penyakit seperti kanker merupakan penyakit hormonal yang bisa timbul akibat hormon yang tidak seimbang.

"Risiko komplikasi tinggi, karena semua organ kering. Tadinya (sebelum menopause) produksi hormon progesteron, (setelah menopause) jadi kering, sehingga risiko gampang terjadi," kata dia dalam acara Cosomobeaute Indonesia 2016 di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan Jakarta Selatan, Jumat, 14 Oktober 2016.

Untuk itu, dia menjelaskan, asupan hormon progesteron perlu dijaga. Dan untuk menjaga asupan hormon progesteron ada tiga cara, yakni dengan mengonsumsi pil, suntik dan menggunakan krim. Namun, menurut Regy, penggunaan krim lebih efektif dibanding lainnya.

"Kalau krim itu natural, dan efektif. Kalau (pil) diminum biasanya terbuang pada saat buang air. Terapi menggunakan obat ada efek samping, jadi tidak kita sarankan melalui obat, sama juga suntik. Suntik itu adalah hormon sintetik," tuturnya.

Penggunaan krim, dengan sistem terapi Transdermal Phyto Harmone akan membuat hormon progesteron lebih mudah diserap tubuh dan tidak terbuang. Krim ini menurut Regy, mempunyai sifat bioidentical atau sama dengan hormon tubuh, sehingga mudah menggantikan atau memberi asupan hormon progesteron, yang jumlahnya berkurang.

Untuk penggunaannya, dia mengatakan, 10-15 tahun menjelang rata-rata usia wanita menopause. Sedangkan untuk yang masih mengalami mentruasi, bisa digunakan 12 hari setelah hari pertama menstruasi. Penggunaannya cukup dioleskan di daerah lengan bagian dalam, bahu, payudara, perut pinggang dan paha, dengan pijatan selama 20 kali.

"Jadi, ketika dioleskan akan diserapkan oleh lemak dan akan bertahan 8-12 jam. Suatu saat tubuh butuh progesteron, dan dia akan cari. Progesteron ada di rahim, rahim akan suplai. Kalau tidak ada akan dicari dari lemak, dan dari lemak akan dirilis," kata dia.

Sementara itu, penggunaan krim ini tidak hanya untuk perempuan, tapi juga untuk pria, terutama pria yang mengalami gangguan prostat. Penggunaannya pun hampir sama dengan wanita.