Bahaya Komplikasi Penderita Diabetes

Tes gula darah penderita diabetes
Sumber :
  • REUTERS/Beawiharta

VIVA.co.id – Diabetes merupakan penyakit yang melekat seumur hidup, tapi bukan berarti tidak bisa dikelola. Menurut dr. Suharko Soebardi, SpPD-KEMD, ahli penyakit dalam dan konsultan endokrin dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, diabetes yang ditata laksana dengan baik akan membuat penderitanya lebih berkualitas hingga tua bahkan sampai meninggal.

Namun, jika diabetes dibiarkan saja, maka risikonya akan terkena komplikasi yang membahayakan nyawa. Suharko memaparkan, komplikasi pada diabetes dibagi menjadi dua yaitu komplikasi pada saluran pembuluh darah halus atau mikrovaskular dan pembuluh darah besar atau makrovaskular.

"Pada pembuluh darah halus dimulai dari bagian atas adalah mata. Wujudnya bisa tiga hal, katarak, glaukoma, dan retinopati," ujar Suharko saat konferensi pers Jakarta Diabetes Meeting di Hotel JW Marriott, Jakarta, Selasa, 8 November 2016.

Pada penderita diabetes, katarak atau kekeruhan pada lensa mata bisa muncul lebih awal dibandingkan dengan orang yang tidak diabetes. Sedangkan retinopati, di mana saraf mata yang menangkap sinyal untuk membentuk imej di penglihatan akan rusak akibat diabetes. Akibatnya, dia akan mengalami kebutaan.

Komplikasi pada pembuluh darah halus di bagian tengah adalah gangguan pada ginjal. Jika sudah pada tahap lanjut akan menyebabkan gagal ginjal sehingga pasien harus menjalani cuci darah.

Sementara pada bagian bawah tubuh adalah komplikasi pada saraf. Akibat diabetes saraf pada kaki akan mati sehingga membuat mati rasa. Yang membahayakan adalah ketika menginjak sesuatu yang tajam, dia tidak akan merasakan apapun. Bahkan luka bisa menjadi infeksi, membusuk hingga bolong.

Pada pembuluh darah besar, diabetes bisa menyebabkan kerusakan pada cerebrovascular atau biasa dikenal dengan stroke.

Namun, yang paling dihindari dan ditakutkan dari komplikasi diabetes adalah jika mengenai jantung. Diabetes dapat menyebabkan penyakit jantung koroner yang menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia.

"Inilah yang menjadi tolak ukur utama penanganan diabetes para dokter, mencegah untuk tidak terjadi jantung koroner," kata Suharko.

Komplikasi pada pembuluh darah besar lainnya adalah peripheral vascular disease yaitu gangguan pembuluh darah yang menimbulkan rasa nyeri ketika beraktivitas seperti berjalan. Namun, saat beristirahat, nyeri tersebut hilang. Hal ini disebabkan adanya penyempitan pembuluh darah di tubuh.

"Komplikasi ini adalah yang khusus terjadi pada laki-laki, yaitu disfungsi ereksi. Inilah ancaman yang akan dihadapi jika gula darah dibiarkan tinggi," kata Suharko.