Kolesterol Hingga Diabetes Bermunculan Usai Lebaran? Dokter Ungkap Penyebab dan Cara Atasinya

Ilustrasi diabetes.
Sumber :
  • Pexels/Nataliya Vaitkevich

VIVA Lifestyle – Berakhirnya bulan Ramadhan, banyak orang yang kembali pada kebiasaan makan sehari-hari seperti sebelum menjalani ibadah puasa. Akibatnya, tubuh mengalami ketidakstabilan karena perubahan pola makan tersebut ditambah lagi asupan yang tidak sesuai dengan anjuran gizi harian.

Gara-gara Tiket Pesawat Mahal, 20% Pekerja di IKN Belum Balik Usai Mudik Lebaran

"Banyak kasus dari penyakit sebelumnya yang kambuh setelah Lebaran atau ada penyakit baru. Hal ini dipicu karena kaget dari pol makannya yang kemarin sudah bagus, ritme makanannya udah teratur, kalori makannya tercukupi, nutrisi juga tercukupi dengan baik dari segi protein, karbohidrat, semuanya dalam fungsi normal. Setelah Lebaran jadi ajang balas dendam," jelas Spesialis penyakit dalam, dr. Ahmad Akbar Sp.PD, dalam tayangan Hidup Sehat tvOne, Rabu 17 April 2024. Scroll untuk informasi selengkapnya.

Terutama di hari Lebaran, kebanyakan orang Muslim datang berkunjung ke sanak saudara untuk silaturahmi. Di momen itulah, berbagai makanan khas Lebaran mulai dari kue kering sampai makanan tradisional seperti gulai dan rendang yang berlemak dan berminyak. Akibatnya, jumlah makanan yang dikonsumsi jadi tidak terkontrol dan menyebabkan lonjakan gula darah atau tekanan darah tinggi.

Masih Sering Khilaf Doyan Mie Instan, Kebiasaan dr Zaidul Akbar Terungkap

Opor Ayam ala Chef Devina Hermawan

Photo :
  • YouTube

Beberapa penyakit yang timbul atau kambuh selepas bulan Ramadhan biasanya adalah diabetes, kolesterol, gangguan pencernaan, hipertensi, asam urat, hingga masalah lambung kronis.

Publik Puas dengan Pelaksanaan Mudik, Kompolnas: Bukti Semangat Polisi Melayani Masyarakat

"Orang sudah ada diabetes sebelumnya mereka puasa itu membuat gula darah terkontrol. Setelah Lebaran, makannya tidak beraturan dan aktivitas fisiknya juga kurang. Jadi gula darah dan tekanan darah tidak terkontrol belum lagi ada risiko sakit maag," jelasnya.

Penyebab timbulnya gangguan kesehatan tersebut baik dari riwayat kesehatan yang lama maupun penyakit baru karena pola hidup yang berubah mendadak. Selain itu, aktivitas fisik dan olahraga yang kurang juga membuat penyakit mudah berkembang lebih parah di dalam tubuh. 

Menurut dokter Ahmad Akbar, berpuasa adalah cara terbaik untuk menyehatkan tubuh sekaligus detoksifikasi penyakit. Saat berpuasa, ada waktu makan tertentu yang membuat orang jadi memikirkan asupan gizi agar kuat berpuasa seharian. Pola ini pun harus tetap dilakukan di luar bulan Ramadhan supaya badan tetap sehat.

"Pola makan setelah puasa kemarin sudah bagus harus dilanjut. Tapi bukan cuma pola makan, kualitas makanan dan aktivitas fisiknya juga. Jadi dalam jumlah porsi yang pas, karbohidrat, protein, vitamin yang pas. Lalu disertai aktivitas fisik atau olahraga yang rutin dan konsisten," papar dokter Ahmad Akbar.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya