Vape Model Baru Juga Picu Remaja Ikut Merokok

Rokok Elektrik di Prancis
Sumber :
  • REUTERS/Christian Hartmann

VIVA.co.id – Sebuah penelitian baru dari University of Chicago Medical Centre menemukan, meskipun vape dan rokok elektrik tidak seperti rokok tembakau pada umumnya, namun rokok jenis ini tetap bisa memicu remaja menjadi perokok.

Meski model rokok elektrik saat pertama kali muncul sering memiliki bentuk seperti rokok sungguhan, bahkan ujungnya yang memerah saat dihisap, vape generasi baru memiliki bentuk seperti pulpen dibanding seperti rokok sehingga membuat para ilmuwan mempertanyakan tentang efeknya pada pemakai yang melihat orang lain menggunakan vape yang baru ini.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Nicotine and Tobacco Research, sejumlah peneliti merekrut 108 partisipan berusia 18-35 tahun yang merokok rata-rata 8,7 rokok sehari selama enam hingga tujuh hari seminggu. Mereka kemudian menilai keinginan partisipan untuk merokok ketika diposisikan dekat dengan seseorang yang merokok vape.

Hasilnya menunjukkan, sama seperti model rokok elektrik lama, vape berbentuk pena menimbulkan keinginan untuk merokok di antara perokok.

"Kami menemukan bahwa baik perokok berat atau ringan sensitif terhadap suasana merokok ini. Kami berpikir hal ini tidak terjadi pada alat vape generasi kedua karena bentuknya tidak mirip rokok. Tapi, hasilnya sama," kata direktur peneliti Andrea King seperti dikutip laman Cantech Letter.

Setelah sesi yang panjang, satu partisipan berinteraksi dengan peneliti yang berpura-pura menjadi partisipan. Peneliti itu kemudian merokok tembakau, menggunakan vape, atau minum air kemasan di hadapan partisipan, keinginan partisipan untuk merokok kemudian diukur sebelum dan sesudah interaksi.

Tingkat dan durasi keinginan diketahui sama baik ketika peneliti merokok rokok tembakau atau menggunakan vape pena. Tidak ada perubahan dalam keinginan yang dicatat ketika peneliti meminum air kemasan.

"Vape pena terlihat berbeda tapi mereka memiliki fitur menonjol yang sangat kental dari aktivitas merokok, termasuk menghisap, menghembuskan asap, dan prilaku tangan ke mulut. Hal ini membuat vape pena sebagai pemicu besar yang mendorong orang untuk merokok," kata King.

(mus)