Kenali Faktor yang Pengaruhi Kualitas Sel Telur

Ilustrasi pembuahan sel telur dalam rahim
Sumber :
  • Pixabay/heblo

VIVA.co.id – Sejak lahir, setiap wanita dianugerahi sel telur dengan jumlah sekitar 300 hingga 400 ribu. Jumlahnya tersebut akan terus berkurang seiring usia, sehingga menentukan kesuburan diri seorang wanita.

Sel telur berfungsi sebagai calon janin kelak. Sayangnya, jumlah sel telur tidak dapat ditambah. Oleh sebab itu, para wanita harus mampu menjaga kualitas sel telur di tubuhnya, untuk menjaga kesuburannya kelak.

"Kalau sperma biasanya akan diproduksi terus dalam waktu kurang dari seminggu. Berbeda dengan sel telur, yang jumlahnya, sejak lahir tidak dapat ditambah, malah berkurang seiring usia," ujar spesialis ObGyn, dr. Ridwan Mahmuddin SpOG kepada VIVA.co.id di RS Evasari, Jakarta.

Menurut Ridwan, untuk menjaga kualitas sel telur, dipengaruhi oleh gaya hidup seperti merokok, konsumsi alkohol, junk food, serta pola hidup seksualnya. Pada wanita perokok, cenderung membuat sel menjadi oksidatif.

"Merokok itu oksidannya tinggi, jadi sebabkan sel menjadi oksidatif sehingga pembuahan pada sel telur menjadi sulit. Sama halnya dengan junk food, di mana lemaknya memberikan stres oksidatif pada sel telur," ucapnya.

Oleh sebab itu, disarankan para wanita untuk konsumsi berbagai jenis sayuran. Karena, di dalam sayuran mengandung zat yang mencegah timbulnya radikal bebas pada sel.

"Merokok dan junk food itu kan kebalikannya dari sayuran. Rokok dan junk food banyak mengandung radikal bebas yang merusak sel telur, sehingga dengan konsumsi sayur, diharapkan kualitas sel telur tetap terjaga agar pembuahan bisa sempurna," kata dia.