Pemberantasan Kusta Terhambat Stigma Negatif Masyarakat

Ilustarasi penyakit Kusta
Sumber :
  • Pixabay/tantetati

VIVA.co.id – Upaya pemberantasan penyakit kusta, terus digalakkan oleh pemerintah. Hingga kini, telah tercatat 20 provinsi yang dinyatakan memiliki angka eliminasi kusta, meski tetap ditemukan kasus baru.

Penyakit kusta memang sulit diberantas. Eliminasi sendiri, bukan berarti provinsi tersebut bebas dari penyakit kusta. Melainkan, penyakit kusta yang tersebar di provinsi tersebut, telah mencapai angka pengurangan yang sesuai standar dunia yakni kasusnya hanya kurang dari 1 per 100 ribu penduduk.

“Di tahun 2015, jumlah penderita sebanyak 20.160. Wilayah Sumatera dan sebagian besar jawa sudah bersih. Namun di wilayah timur seperti Papua, Maluku dan Sulawesi serta Kalimantan Utara, masih belum eliminasi," ujar Direktur Jenderal P2P, dr. H. Mohammad Subuh, MPPM, di Kemenkes RI, Jakarta, Jumat 27 Januari 2017.

Sayangnya, penyakit kusta juga masih tetap menimbulkan kasus baru di berbagai provinsi di Indonesia. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti rendahnya tingkat pengetahuan serta stigma masyarakat yang negatif pada penyakit kusta.

"Kasus baru di tahun 2015 sebanyak 17.202 orang, di mana kemunculan kasus baru ini terus ada di sulawesi, papua bahkan kota besar seperti DKI Jakarta. Penyebabnya karena sedikitnya info tentang kusta atau masih banyak penyangkalan dari penyakit ini," ujar spesialis kulit, dr. Enny Sjamsoe, Sp.KK(K), di kesempatan yang sama.

Menurut Enny, banyak dari anggota keluarga di kota-kota besar yang paham terkait penyakit kusta namun menyangkal karena malu akan stigma penyakit ini. Untuk itu, Enny berharap agar Kemenkes RI mampu memberikan edukasi secara meluas mengenai penyakit kusta, agar mencapai angka eliminasi di total 34 provinsi di Tanah Air.

"Pemerintah berperan dalam memberikan edukasi bahwa kusta itu bisa sembuh agar stigma kusta tidak lagi negatif. Kemenkes berharap untuk mencapai penurunan angka pada penyakit kusta di total 34 provinsi, artinya masih harus bekerja keras lagi di 14 provinsi yang belum dinyatakan eliminasi," kata dia.