Kelompok Remaja Lebih Mudah Kecanduan Nikotin

Ilustrasi merokok.
Sumber :
  • Pixabay/karosieben

VIVA.co.id – Rokok sudah bukan lagi hal yang tabu. Sebuah survei menyebutkan bahwa konsumsi rokok saat ini, lebih banyak dilakukan oleh para remaja.

Menurut data yang dilansir dari laman resmi Food and Drugs Administration (FDA) fda.gov, sembilan dari sepuluh orang dewasa, menjadi perokok sejak usianya 18 tahun. Padahal, di usia remaja tersebut, tubuh masih tumbuh dan berkembang, khususnya bagian otak.

Selain itu, rata-rata, perokok memulai mencoba batang tembakau tersebut sejak anak-anak, hal itu meningkatkan jumlah perokok di dunia.

Saat usia remaja, seluruh organ terus tumbuh dan berkembang, termasuk otak. Namun, ketika anak mengalami isapan rokok pertamanya, meskipun sedikit, hal tersebut tetap menimbulkan sensasi kecanduan, efek dari kandungan nikotin di dalamnya.

Data FDA juga menyebutkan bahwa kecanduan nikotin juga dialami oleh tiga dari empat perokok remaja, karenanya remaja dan anak-anak ini akan terus merokok hingga usia dewasa. Bahkan, kesulitan untuk berhenti merokok juga akan mereka alami.

Dampak yang didapatkan dari merokok, tentu saja bukan hal yang kecil. Mereka yang merokok sejak usia remaja, berpotensi mengalami penyakit jantung di usia 30an. Selain itu, risiko pengecilan paru-paru bahkan kanker, akan mengintai para perokok remaja tersebut di kemudian hari. (asp)