Mengenal Kanker Langka yang Diderita Kim Woo Bin

Kim Woo Bin.
Sumber :

VIVA.co.id – Aktor asal Korea Selatan, Kim Woo Bin belum lama ini menjadi sorotan. Hal itu lantaran ia baru saja divonis mengidap kanker langka, yakni nasofaring. Kanker jenis ini menyerang organ tubuh di bagian antara kepala dan leher, dimulai di bagian atas tenggorokan serta di belakang hidung.

Nasofaring berada di dasar tengkorak, tepatnya di atas langit-langit mulut. Lubang hidung terbuka ke nasofaring, sehingga saat Anda bernapas, udara mengalir melalui hidung ke tenggorokan dan nasofaring, kemudian akhirnya masuk ke paru-paru.

Kanker nasofaring juga disebut nasopharyngeal carcinoma (NPC). Hingga saat ini, para ilmuwan belum mengetahui apa sebenarnya penyebab kanker nasofaring. Namun, kanker tersebut sangat terkait dengan virus Epstein-Barr (EBV).

Meskipun infeksi EBV umum terjadi, tidak semua orang yang memiliki EBV akan terkena kanker nasofaring. Di Amerika Serikat, kebanyakan orang yang pernah terinfeksi EBV tidak pernah mengalami masalah serius karena sistem kekebalan tubuh mengalahkan virus tersebut.

Tapi terkadang, virus itu bisa mengakibatkan kanker nasofaring karena materi genetik (DNA) dari virus bercampur dengan DNA di sel nasofaring. Perubahan DNA menyebabkan sel tumbuh dan membelah secara tidak normal. Hal inilah yang menyebabkan kanker. Demikian dilansir dari laman Web MD.

Risiko NPC naik jika Anda mengonsumsi makanan yang kaya akan ikan dan daging yang diasamkan. Tembakau dan alkohol juga meningkatkan risikonya. Beberapa ilmuwan percaya bahwa bahan kimia dalam hal ini bisa merusak DNA dalam sel nasofaring.

American Cancer Society menyebut, kurang dari satu banding 100.000 orang di Amerika Utara mengidap jenis kanker ini. Namun, Kanker nasofaring paling sering terjadi di China tenggara, dan bagian lain di Asia. Kanker ini pada umumnya menyerang pria dewasa di bawah usia 55 tahun.

Sejumlah studi juga menunjukkan bahwa risiko kanker nasofaring lebih tinggi pada orang-orang yang merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, bekerja di sekitar debu kayu atau bahan kimia yang disebut formaldehid.