Bakteri Gonore Resisten Terhadap Antibiotik

ilustrasi obat/produk kesehatan.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id – Resisten terhadap antibiotik, membuat penyakit gonore semakin sulit disembuhkan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat data tersebut berdasarkan temuan di 77 negara.

Dilansir dari laman Times of India, Selasa, 11 Juli 2017, kasus mengenai resistensi terhadap antibiotik semakin meningkat. Kekhawatiran akan hal ini turut meninggi karena dampaknya yang sangat besar, salah satunya pada penyakit gonore.

Sebuah jurnal, menemukan sebanyak 78 juta jiwa di seluruh dunia terinfeksi gonore setiap tahunnya. Baru-baru ini para surveilans menemukan, kasus infeksi menular seksual itu, tidak dapat disembuhkan melalui antibiotik.

"Sistem untuk mendiagnosis dan penanganan infeksi masih kurang baik di negara yang berpendapatan rendah, di mana kasus gonore banyak terjadi," ujar petugas medis WHO, dr. Teodora Wi.

Ia menambahkan, bakteri penyebab gonore merupakan jenis yang cukup pintar. Bakteri tersebut, kata dia, mampu mengubah diri, sehingga sulit dikenali oleh antibakteri.

"Bakteri penyebab gonore sangat pintar. Setiap diberikan kelas terbaru dari antibiotik, bakteri akan berusaha untuk melawannya," tutur dia.

Menurut penemuan WHO, sebesar 97 persen di berbagai negara mencatat adanya resisten antibiotik jenis ciprolaksin. Selain itu, 81 persen negara melaporkan bahwa adanya resisten terhadap antibiotik jenis azithromycin.