Jangan Pakai Lada Putih saat Memasak Seafood, Apa Alasannya?

Seafood/boga bahari.
Sumber :
  • Pixabay/Public Domain Pictures

VIVA – Meski terkenal lezat, mengolah seafood atau boga bahari bisa dibilang susah-susah gampang. Kalau diolah dengan benar, seafood bisa mengeluarkan rasa manis alaminya, dan kalau salah, yang ada justru aroma amis menonjol. 

Nah, untuk bisa menghasilkan olahan seafood lezat, ada beberapa hal yang perlu diketahui. Ditemui VIVA baru-baru ini, Sous Chef Potato Head, Jumhadi memberikan beberapa tips mengolah seafood, mulai dari pemilihan hingga cara masak. Berikut ini di antaranya.

Bentuk

"Kalau prawn (udang), lihat dari bentuknya. Biasanya kalau enggak fresh, dipegang pasti lembek. Kalau fresh, saat ditekan, dagingnya balik ke posisi semula," kata Jumhadi. 

Hal yang sama berlaku juga untuk ikan. Jika dagingnya segar, saat disentuh akan kembali ke posisi semula. “Masih kenyal, itu baru diangkat (dari laut)," ujar Jumhadi.

Hal lain yang bisa menjadi tanda ikan dalam kondisi segar adalah mata bening dan insang masih merah. 

Untuk cumi-cumi, dalam kondisi segar, cumi harusnya memiliki tekstur atau bentuk masih keras. “Kalau dapat cumi yang letoy, itu cumi sudah lama," katanya lagi.

Selain itu, cumi juga memiliki kulit yang susah dikelupas jika masih segar. Tapi kalau sudah lama, kulitnya akan mudah mengelupas jika disentuh. 

Waktu memasak

"Time cooking semua seafood enggak boleh lama karena pertama dia akan dry, kedua, rasa manis dan naturalnya hilang. Sebisa mungkin kalau mau masak, matangkan dulu bumbu baru masukkan seafood," ucapnya. 

Gunakan white pepper

Dibanding black pepper (lada hitam), saat memasak seafood pastikan memilih white pepper (lada putih). Alasannya, karena rasa dari white pepper tidak sekuat black pepper

"Untuk seasoning, kalau bisa semua seafood atau daging putih pakai salt dan white pepper, karena white pepper punya flavor yang enggak terlalu galak seperti black pepper," jelas Jumhadi lagi.