Cicipi Kelezatan Kuliner Khas Nusantara Hanya di Sini

Ilustrasi makanan lontong.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Rintan Puspitsari

VIVA.co.id – Festival Kuliner Nusantara digelar hingga 16 April 2016, di Mal Artha Gading, Jakarta Utara. Festival ini bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, juga pergerakan wisatawan nusantara.

Di sini pengunjung bisa mencicip puluhan kuliner khas Nusantara. Selama tiga hari juga, tidak perlu repot membeli tiket mahal-mahal hanya untuk mencicip makanan khas Palembang, seperti kue 8 jam, atau minuman khas Ambon, air halia kenari.

Karena sekitar 65 stand dari 24 provinsi dan 12 kabupaten atau kota di seluruh Indonesia, dengan tangan terbuka menyambut antusiasme pengunjung yang ingin lebih mengenal kuliner khas negerinya sendiri.

Sebagian besar stand menyediakan tester, sehingga pengunjung bisa tahu bagaimana rasanya, sebelum memutuskan membeli. Dijamin semua kuliner Indonesia sangat lezat. Tentunya dengan ciri khas daerahnya masing-masing.

Misalnya saja kuliner dari daerah Gorontalo, kaya akan hasil lautnya, daerah ini memiliki berbagai olahan lezat dari ikan cakalang, juga tidak ketinggalan milu siram. Segarnya rasa milu siram mirip dengan sayur bening, namun dengan isian berupa jagung, kelapa parut, cakalang asap atau goreng yang sudah disuwir. 

"Milu sendiri artinya jagung kalau dari bahasa daerah Gorontalo, kalau disana disebutnya binthe biluhuta," jelas Resma Kabakoran, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Hubparkomminfo Provinsi Gorontalo pada VIVA.co.id.

Sedangkan olahan cakalang pilitode merupakan makanan khas dari Gorontalo yang dibuat dengan menggunakan lima butir pala.

"Kuah cakalang pilitode terbuat dari santan, pala lima butir, jeruk nipis, garam, cabe rawit, merica, juga untuk isiannya, selain cakalang asap, juga ada tambahan singkong dan pisang muda," tambah Mia Amalia dari stand Gorontalo.

Lain cerita dengan makanan dari daerah Ambon. Daerah yang kaya akan buah kenari, memiliki banyak olahan dari buah tersebut, mulai dari minuman hingga makanan. Seperti air halia kenari, yang rasanya seperti wedang jahe atau bajigur, namun yang membedakan adalah adanya taburan kenari di dalamnya.

Dan dari stand Sumatera Selatan, pengunjung selain bisa menemukan pempek khas Palembang, juga bisa menemukan kue lapis khas Palembang, yang untuk membelinya saja harus memesan terlebih dahulu, karena prosesnya yang tidak mudah dan lama. 

"Kue 8 jam harus dibuat selama 8 jam, kalau lebih lama boleh. Selama pembuatan juga harus rajin dibuka tutup agar tetap rata permukaannya," jelas Nurul Khusnah, pemilik Bangau Pastry. Kue lapis lain yang bisa ditemukan di stand Sumatera Selatan adalah jenis lapis kojo, maksubah, dan kue engkak ketan.

Selain makanan dari Provinsi diatas, masih banyak kuliner yang bisa ditemukan di Festival Kuliner Nusantara, seperti nasi trancam dari booth Gresik, atau Tengkleng dari Solo, Gudeg dan bendul (getuk namun dibakar) dari Yogyakarta, ketupat kondangan dari Kalimantan Selatan, kohu-kohu dari Ambon, teh prepat yang kaya vitamin C dan membuat kulit mulus dari Tanjung Jabung Timur, dan masih banyak lainnya.