Komunitas Pokemon Go Ini Bantu Hibur Anak Autisme

Ilustrasi/Permainan Pokemon
Sumber :
  • Istimewa
VIVA.co.id
- Sekelompok anak ini benar-benar punya pengalaman beharga tentang berbuat baik terhadap sesama. Anak-anak ini tergabung dalam komunitas Pokemon Go di Arizona.


Tak hanya sekadar bermain, saat mengetahui, ada anak berusia 15 tahun, Ty penderita autisme dibully, mereka menolongnya.


Diceritakan bahwa beberapa waktu lalu, Ty dan ibunya, Angie Swartout, saat itu tengah asik bermain Pokemon Go di Tempe Beach Park di Arizona. Mereka kemudian didatangi dua orang pria yang mengaku mahasiswa dari Arizona State University.


Kedua orang itu kemudian menginjak botol saus barbekyu dan menyemprotkan seluruhnya ke Ty dan Swartout.


“Dan saya hanya berdiri di sana, dan kemudian saya  mendengar mereka tertawa dan berkata 'Ya, kami mendapat r-words,’” cerita Swartout seperti dikutip The Huffington Post.


Swartout kemudian segera memberitahu putrinya yang merupakan saudara Ty, Hope Marie Whitaker, tentang pengalaman buruknya tersebut. Melalui sosial medianya Whitaker kemudian bercerita kepada sebuah komunitas Arizona Pokemon Go di Facebook.


"Jika Anda melihat sesuatu seperti ini, jangan hanya diam berpangku tangan. Bahkan jika  tidak bisa melakukan apa-apa dengan orang yang melakukannya, bantulah keluarga yang menderita," tulis Whitaker


Ia juga menceritakan kembali bagaimana ibunya dan saudara laki-lakinya disiram dengan sebotol air. Ia menambahkan bahwa mereka telah dipermalukan. "Dia dipermalukan. Dan untuk apa? Dia tidak punya alasan untuk dipermalukan, tetapi dua siswa Arizona State University harusnya malu dengan perilaku mereka saat ini," tulisnya.


Cerita yang diungggah Whitaker kemudian mengundang simpati. Beberapa anggota komunitas tersebut memutuskan mengambil langkah lebih lanjut dan mengundang Ty dan Swartout ke Tempe Beach Park untuk bermain game dengan mereka.


Benar saja, pada 31 Juli, puluhan anggota komunitas Pokemon Go Arizona ini muncul dengan membawa hadiah dan dukungan untuk Ty.

"Saya sangat berterima kasih. Aku sangat bersyukur karena jika ini tidak terjadi, kita akan terus bersembunyi di rumah kami seperti banyak keluarga yang juga mengalami hal serupa. Dan aku tidak bisa terima semua ini," tambahnya.