Roti Gandum dan Putih, Mana Lebih Sehat?

Ilustrasi roti
Sumber :
  • Pixabay/Fotoshoptofs

VIVA.co.id – Selama ini, banyak yang sering dibuat bingung ketika harus memilih, membeli roti putih atau roti gandum. Tapi jika Anda berencana untuk belanja, pilihlah roti gandum daripada roti putih. Roti gandum memberikan nutrisi lebih baik dan manfaat kesehatan yang lebih banyak.

Jika Anda masih kurang yakin, simak perbandingan antara roti gandum dan putih, seperti dilansir dari laman Live Strong berikut ini.

-Sepotong roti gandum memiliki kalori lebih sedikit daripada sepotong roti putih. Sepotong roti gandum mengandung 69 persen kalori dan roti putih 74 persen kalori. Begitu juga dengan karbohidrat. Roti gandum mengandung 11,3 gram karbohidrat per potong dan roti putih 13,7 gram per potong.

Sementara serat roti gandum lebih tinggi, yakni 3,5 gram per potong, dibandingkan roti putih yang hanya 2,6 gram per potong. Sedangkan lemak dalam sepotong roti gandum sedikit lebih tinggi yakni 1,1 gram dibandingkan roti putih yang hanya 0,9 gram. Namun, kandungan protein roti gandum lebih tinggi yaitu 3,5 gram per potong, dibandingkan roti putih yang hanya 2,6 gram per potong.

-Roti putih sering diperkaya dengan beberapa nutrisi sehingga mengandung lebih banyak tiamin dan folat dibanding roti gandum. Sedangkan roti gandum adalah sumber selenium dan mangan yang lebih baik.

Tiamin sendiri membantu mengubah makanan yang Anda makan menjadi energi, dan folat penting untuk pembentukan DNA. Selenium berperan sebagai antioksidan, dan Anda perlu mangan untuk penyembuhan luka.

-Orang yang mengonsumsi biji-bijian cenderung lebih mudah menurunkan berat bandan dan memiliki tingkat kolesterol yang lebih rendah kolesterol. Ideks massa tubuh dan lingkar pinggang mereka juga lebih rendah, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition pada bulan Desember 2007.

Tak hanya gandum, seluruh jenis biji-bijian juga dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2, menurut sebuah artikel yang diterbitkan di The Journal of Nutrition pada Mei 2011.