Kenapa Teh Bisa Berwarna Hijau dan Hitam, Ini Rahasianya

Teh.
Sumber :
  • Pexels/Nikolay Osmachko

VIVA.co.id – Berbicara mengenai teh, seringkali orang dibuat bingung puluhan jenis dan manfaat berbeda yang diberikan. Tapi, yang mungkin tidak banyak diketahui ialah bahwa ternyata semua jenis teh, baik teh hijau atau teh hitam yang biasa diminum berasal dari jenis tanaman yang sama, yakni camelia sinesis.

Bukan hanya teh hijau dan teh hitam, begitu juga dengan teh oolong dan teh putih. Yang membedakan adalah proses pembuatannya bagaimana daun dipetik dan bagaimana mereka diproses yang memberi kita berbagai teh yang kita nikmati.

Misalnya teh putih, teh yang dibuat dengan daun teh sebelum dibuka sepenuhnya dari kuncup,  saat mereka masih dilapisi serat putih. Ini minimal diproses dan dikeringkan setelah dipetik untuk meminimalkan oksidasi.

Dilansir laman Huffingtonpost, Sedangkan untuk membuat teh hijau, daun muda dibuka dan tunas dipotong dari tanaman. Daun dibiarkan layu, yang memungkinkan air menguap, dan kemudian dipanaskan. Ini mencegah enzim yang secara alami ditemukan di dalam daun dari pengoksidasi. Daunnya kemudian dikeringkan sambil mempertahankan warna hijaunya.

Teh hitam melewati proses yang sedikit berbeda, namun menghasilkan hasil yang berbeda secara signifikan. Pertama, daun yang baru dipetik layu, mirip dengan teh hijau. Mereka kemudian digulung untuk melepaskan enzim dari daunnya. Setelah digulung, daun diletakkan untuk mengoksidasi. Inilah yang memberi warna khas daunnya berwarna hitam. Oksidasi inilah yang memberi teh hitam rasa dalamnya.

Untuk teh Oolong jatuh  tempat antara hijau dan hitam dalam hal pengolahan. Terbuat dari daun yang dipetik pada tahap yang sama dengan kedua teh tersebut, oolong layu dan digulung sebelum  dioksidasi. Oolong yang hanya sebagian teroksidasi, tergantung dari  gaya produksi produk. Ini bisa bervariasi antara 8 sampai 80 persen.