Kementan Lepas Ekspor Komoditas Perkebunan ke Pasar Asia dan Eropa

Direktur Jenderal Perkebunan Andi Nur Alam Syah dan Wali Kota Bogor Bima Arya
Sumber :
  • Ditjen Perkebunan Kementan

VIVA – Hari ini (20/4), Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah bersama Wali Kota Bogor, Bima Arya lepas ekspor komoditas kelor, kelapa, dan teh.

Daun Kelor Asal Blora Merambah Negeri Jiran

“Kali ini kami lepas ekspor komoditas kelor tujuan China dengan volume ekspor 21 ton senilai USD 21.385 atau setara dengan Rp. 348 juta, komoditas kelapa ke Yordania dengan volume ekspor 33 ton senilai USD 50.000 atau setara dengan Rp. 814 juta, dan komoditas teh yang diekspor ke Turki dan Rusia dengan volume ekspor 200 kilogram senilai USD 7.000 atau setara dengan Rp. 113 juta,” ujar Andi Nur saat ditemui di acara Semarak Perkebunan Nasional (SKENA).

Heran Pembelian Durian Ratusan Juta, SYL Mengaku Keluarganya Tak Suka: Demi Allah Rasulullah

Pelepasan ekspor ini sebagai upaya mendorong hilirisasi demi tingkatkan daya saing dan nilai tambah komoditas perkebunan yang berorientasi ekspor. Hal ini sesuai arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

Lebih lanjut Andi Nur menuturkan, komoditas kelor yang diekspor berupa daun kelor kering dan produk olahan kelor (serbuk daun kelor, minyak biji kelor, moringa face serum, kapsul daun kelor dan masker kelor) dari PT. Moringa Indonesia Fangardana. Selain itu komoditas kelapa berupa Arang Kelapa/ Charcoal dari PT. Tom Cococha Indonesia dan komoditas teh dengan jenis Artisan Teh dari Sila Tea House Bogor.

Pengacara SYL Sebut Ada Pihak Lain di Kementan Catut Nama Kliennya Demi Keuntungan Pribadi

“Tercatat tahun 2023, nilai ekspor komoditas perkebunan mencapai 33,79 miliar USD yang setara dengan Rp. 520,86 triliun atau berkontribusi sebesar 88,11% dari total nilai ekspor komoditas Pertanian,” jelas Andi Nur.

Menurut Andi Nur, komoditas pertanian unggulan ekspor khususnya perkebunan diantaranya kelapa sawit, kopi, kakao, karet, kelapa, teh dan rempah-rempah. Selain itu, ada potensi komoditas ekspor lainnya seperti pinang, gambir, aren, stevia, kelor dan tanaman atsiri.

“Komoditas ini perlu terus didorong karena semakin meningkatnya kebutuhan dunia khususnya di bidang farmasi, kecantikan dan kesehatan, industri makanan dan minuman serta bahan baku industri lainnya,” tutup Andi Nur.

Kegiatan SKENA hari kedua ini, turut dilakukan jalan sehat bersama Direktur Jenderal Perkebunan beserta jajaran Direktorat Jenderal Perkebunan dan Wali Kota Bogor.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pemberian benih kopi dan kelapa kepada masyarakat sekitar Kota Bogor serta penandatanganan Nota Kesepahaman Pembentukan Asosiasi Pelaku Usaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Perkebunan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya