Nikmatnya Menu Ayam Kalkun yang Menggoda Selera

Menu kalkun di Warung Cakun
Sumber :
  • VIVA.co.id/Daru Waskita

VIVA.co.id – Kuliner yang bahan bakunya dari daging unggas seperti ayam, burung dara, itik dan entok sering ditemui. Bahkan kuliner tersebut sudah banyak memiliki versi dari bentuk hingga rasanya.

Namun kuliner berbahan baku utama daging kalkun cukup sulit ditemui. Kendati demikian, jika Anda sedang berkunjung ke Yogyakarta tak perlu bingung untuk mencari kuliner daging kalkun karena dapat ditemui di jalan Kaliurang KM 6,9, Kentungan, Kabupate Sleman, Yogyakarta.

Rumah makan yang dinamai Warung Cakun ini berkonsep kebun yang menyajikan berbagai jenis makanan berbahan baku utama kalkun. Unggas dengan nama latin meleagris gallopavo tersebut sejak beberapa tahun terakhir cukup diminati lantaran dianggap punya banyak manfaat dibandingkan dengan daging unggas lainnya.

Di warung ini, kalkun diolah menjadi makanan dengan tampilan mewah dan sangat menggoda selera. Selain rica-rica kalkun, warung yang dikelola oleh Staphanus Wahyu Gumilar itu juga memiliki satu menu unggulan, yakni kalkun bakar madu.

Pria yang akrab dipanggil Agik ini menceritakan, cita rasa kalkun panggang tersebut sangat khas. Meski berukuran lebih besar dari unggas lain, daging kalkun dipastikan akan bertekstur lembut dan tidak alot. Bumbu rempah pun meresap hingga ke dalam.

“Kuncinya diproses memasaknya,” kata Agik, Sabtu, 30 September 2017.

Potongan bagian tubuh kalkun direbus dan dikukus bersama sejumlah bumbu rempah selama beberapa saat. Proses ini dilakukan untuk mendapatkan daging kalkun yang empuk. Menurut Agik, rempah-rempah tersebut juga berfungsi membuatkan tekstur daging tidak terlalu lunak meskipun direbus dalam waktu lama. Setelah ditiriskan, daging kalkun dipanggang menggunakan api sedang.

“Proses pemanggangan ini juga dilakukan dengan perhitungan waktu dan urutan pemberian bumbu yang tepat. Hasilnya didapat tekstur daging panggang yang pas renyah dan lembut di dalam,” ucap dia.

Aroma daging panggang langsung tercium harum bersama kepulan asapnya. Ayah satu anak itu mengatakan, dalam proses pemanggangan, daging diolesi tiga hingga empat kali bumbu. Bumbu-bumbu cair itu menurut Agik, merupakan bumbu khas warungnya yang akan memberikan rasa gurih sedikit pedas dari rempah-rempah.

Setelah melalui proses pemanggangan beberapa menit, kalkun siap untuk disantap. Namun sebelum itu, Agik akan menambahkan garnish yang tidak hanya sebagai hiasan penyajian tapi juga menambah cita rasa. Wijen dan irisan daun bawang ditaburkan setelah daging panggang ini dilumuri dengan madu.

“Rasanya lengkap, manis madu, gurih, dan pedas dengan komposisi yang mantap,” ujarnya.

Sejak dibuka dalam dua tahun terakhir, Warung Cakun terus membuat berbagai inovasi masakan dari kalkun. Uniknya, tidak banyak makanan yang diolah melalui proses penggorengan.

Agik menyebut hal ini untuk mengurangi kandungan kolesterol dari minyak, meskipun menurut beberapa penelitian, daging kalkun memiliki kandungan kolesterol paling rendah.

“Daging kalkun menurut penelitian memiliki lemak yang sangat rendah, jadi dimasak tanpa digoreng itu akan baik dan aman dikonsumsi oleh penderita kolesterol,” tutur dia.