Manfaat Mewarnai Bagi Anak Usia Dini

Ilustrasi anak menulis
Sumber :
  • pixabay/picjumbo

VIVA.co.id – Ternyata kegiatan mewarnai memiliki dampak yang positif bagi perkembangan anak. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa kegiatan mewarnai dapat menjadi ajang anak untuk melatih motorik mereka hingga melatih kreativitas dan daya imajinasi.

Dilansir laman kidshealth, mewarnai juga memiliki keunggulan lebih baik untuk anak-anak dibandingkan bermain gawai. Pada anak usia dini, mewarnai bahkan mampu melatih kelenturan menggenggam pensil, membantu mengenal warna, melatih kesabaran, hingga mampu mengajarkan anak pada nilai estetika dan mengenalkan mereka pada garis batas dan tepi.

Pentingnya kegiatan mewarnai ternyata dilirik oleh salah satu produk alat tulis Standardpen. Demi mengembangkan potensi dan perkembangan anak Indonesia, sebuah ajang lomba mewarnai digelar di Padang Sumatera Barat. 

Ribuan anak-anak TK, dari sejumlah sekolah Taman Kanak-kanak yang ada di kota Padang, Rabu 30 Agustus 2017 berpartisipasi mengikuti lomba yang bertemakan ‘Ceria Warna Nusantara’ yang diselenggarakan di gedung Rangkayo Basa, Padang, Sumatera Barat.

Tak hanya melatih motorik anak, kegiatan tersebut sesuai temanya sebagai upaya mengenalkan budaya Indonesia pada anak usia dini.

"Tema ini diangkat sebagai bentuk kepedulian terhadap budaya Indonesia yang kaya dengan warna. Dengan lomba mewarnai ini kami ingin mengenalkan budaya, ikon Nusantara yang berbeda-beda dan berwarna,” ujar Niken D. Mahanani, Marketing Manager PT Standardpen Industries, Rabu, 30 Agustus 2017.

Warna lanjut Niken, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia, semboyan Bhinneka Tunggal Ika merupakan salah satu bukti nyata hal tersebut. Berbeda tapi tetap satu. Bila diibaratkan Indonesia adalah pelangi, fenomena alam yang tercipta dari perpaduan aneka rona. Warna itu jugalah yang menjadi dasar Lomba Mewarnai Nasional Pascola. 

Sebagai perwakilan Indonesia, anak-anak akan mewarnai simbol-simbol dari tiga provinsi yakni, Sumatera, Bali, dan Jawa. Anak-anak dari kota Padang, Batam, Medan, Makassar dan Balikpapan berkesempatan mewarnai ikon dari Sumatera yaitu rumah adat Minangkabau dan pakaian adat Minang, berbeda dengan Semarang yang mewarnai Borobudur dan Yogyakarta yang mewarna adat Jawa. 

Sementara yang dari Tangerang, Jakarta, dan Surabaya mewarnai adat Bali. “Kami ingin anak-anak Indonesia lebih mengenal lagi tentang budaya daerah-daerah lainnya juga lebih memahami budaya dan adatnya sendiri. Setidaknya dengan hal sederhana ini bisa menumbuhkan rasa cinta anak-anak pada budaya Indonesia,” papar Niken. 

Diketahui, lomba mewarnai 'Ceria Warna Nusantara' digelar sepanjang bulan April hingga Agustus 2017 di 16 kota dari 13 Provinsi, yakni Batam, Tangerang, Jakarta, Padang, Semarang, Malang, Bali, Tasikmalaya, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Lampung, Medan, Balikpapan, Samarinda dan Makassar.
 
Masing-masing lomba di tiap kota diikuti ratusan hingga ribuan anak. Di Padang diikuti oleh 1000 anak lebih, Jakarta setidaknya hampir 1500 anak, Lampung mencapai 4000 lebih.