Kenali Gejala Anak Dehidrasi Saat Diare

Ilustrasi.
Sumber :
  • pixabay/ jakobing85

VIVA.co.id – Diare merupakan masalah kesehatan yang paling sering dialami anak-anak. Jika saat diare si kecil tidak segera mendapat penanganan yang tepat, bisa berakibat menghambat tumbuh kembang. Bahkan diare, bisa juga jadi pemicu malnutrisi pada anak, terutama bayi dan balita.

Ahli nutrisi Emilia Achmadi memberikan beberapa langkah yang harus diambil ketika diare menyerang anak-anak. Pertama, berikan cairan. Apabila anak masih menyusui, teruskan pemberian ASI seperti biasa.

"Konsultasikan dengan dokter jumlah cairan yang tepat sebelum Anda memberikannya kepada anak," kata Emilia dalam keterangan tertulisnya yang diterima VIVA.co.id.

Selain cairan elektrolit, berikan juga anak Anda kaldu dan susu. Biarkan dikonsumsi sedikit demi sedikit dan tidak terlalu banyak sekaligus. Jangan berikan obat apa pun tanpa sepengetahuan dokter.

Selain cairan, berikan anak Anda makanan padat yang sudah menjadi bagian dari pola makannya. Hindari makanan yang asam, pedas, dan makanan yang mengandung lemak tinggi seperti gorengan dan makanan bersantan.

Pada saat diare sudah berhenti, secara bertahap kembali berikan pola makan normal yang sudah menjadi kebiasaan anak.

"Jika anak yang mengalami diare masih bayi, hindari makanan berlemak, makanan berkadar serat tinggi seperti buah dan sayur, serta makanan yang terlalu manis seperti kue, biskuit dan sirup atau teh manis," tutur Emilia.

Segera hubungi dokter apabila gejala tidak membaik atau anak mengalami dehidrasi seperti menangis tanpa air mata, lebih jarang buang air kecil (pergantian popok yang lebih jarang), warna urine yang lebih kuning dan gelap atau terlihat ada cekungan pada bagian kepala atas bayi atau yang disebut fontanel.

Dan yang terpenting, Emilia mengingatkan, jaga sanitasi. Cuci tangan Anda dengan air hangat dan sabun setiap kali mengganti popok kotor untuk mencegah penyebaran virus maupun bakteri pemicu diare. Jaga juga kebersihan di area tempat penggantian popok.