Alam Indonesia Unik, Berpotensi Kembangkan Geopark Skala Dunia

Geopark Gunung Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Minggu (11/12/2016).
Sumber :
  • ANTARA/Fikri Yusuf

VIVA – Kondisi alam Indonesia yang sangat khas dengan bentuk bentang alam, jenis batuan, struktur geologi serta sejarah geologinya, membuat banyak ahli geologi berpendapat bahwa Indonesia adalah suatu laboratorium alam geologi yang unik, sehingga memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan geowisata. 

Ahli geologi teknik ITB, Dr. Imam A. Sadisun, mengatakan Indonesia memiliki potensi geowisata atau bahkan geopark yang sangat besar. Seperti diketahui, saat ini Indonesia memiliki 14 Geopark Nasional dan 5 Geopark Internasional yang masuk ke dalam daftar Unesco Global Geopark (UGG). 

"Ini merupakan prestasi yang luar biasa yang tidak lepas dari peran Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), yang telah mengawal berkembangnya Geopark di Indonesia," ujarnya yang saat ini menjadi salah satu calon Ketua Umum IAGI untuk periode 2020 - 2023, dalam keterangan tertulis, Selasa 24 November 2020. 
 

Photo :
  • Istimewa

Lebih lanjut Imam mengatakan, ke depan IAGI perlu terus menggali keanekaragaman kekayaan geologi (geodiversity) yang menjadi acuan paling mendasar dari geowisata.

"Kita perlu menggali terus keanekaragaman kekayaan dan warisan geologi untuk bisa terus mengembangkan geowisata, karena potensinya sangat besar. Saat ini ada lebih dari 110 lokasi warisan geologi di Indonesia dan ini menjadi modal yang sangat besar untuk bisa dikembangkan menjadi geowisata berskala dunia," tuturnya. 

Menurut Imam, geowisata hanya salah satu dari aplikasi keilmuan geologi yang ke depan akan semakin diperlukan, sekaligus melakukan konservasi, memuliakan bumi, serta menyejahterakan masyarakat.

Photo :
  • VIVA/Mohammad Yudha Prasetya

 

Imam menambahkan, pengembangan infrastruktur kota sebagai konsekuensi dari pertumbuhan penduduk juga memerlukan kajian geologi yang makin spesifik di satu wilayah, termasuk di dalamnya kajian tentang potensi kebencanaan. 

"Kalau dulu ahli geologi lebih banyak diperlukan untuk kegiatan-kegiatan dieksplorasi minyak bumi dan gas bumi (migas) serta mineral, kini aplikasi keilmuan geologi telah berkembang sangat luas dan semakin spesifik," kata dia. 

"Pembangunan infrastruktur publik yang membutuhkan investasi besar dan menyangkut keselamatan manusia, sangat membutuhkan kajian mendalam tentang kondisi geologi di area di mana fasilitas publik akan didirikan," tutup Imam yang pernah memperoleh penghargaan profesi tertinggi sebagai Ahli Kehormatan Bidang Geologi Teknik (Honorary Engineering Geologist) dari IAGI.

Photo :
  • U-Report