Intip Cara Melaka Gaet Wisatawan Nusantara

Wisata air bertajuk Melaka River Cruise di Malaka, Malaysia
Sumber :
  • Antara/ Rosa Panggabean

VIVA.co.id – Sebagai salah satu negara penyumbang wisatawan asing terbesar di Melaka, Indonesia tentu menjadi lahan basah bagi pemerintah Melaka dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan asing di negaranya.

Rencananya pemerintah Melaka akan menjalankan serangkaian program untuk mencapai target satu juta pengunjung di tahun 2017 ini.

Pertama, Melaka akan membuka jalur penerbangan langsung, di Jakarta melalui bandara Soekarno Hatta. Sebelumnya, penerbangan langsung ini hanya bisa dinikmati dari Pekanbaru, Riau.

"Kita percaya dengan adanya penerbangan terus (direct flight) ini, agen perjalanan di Melaka maupun Jakarta dapat memanfaatkan ini dan membuat lebih banyak paket wisata antar negara," kata Datuk Idris di acara Melaka Travel Mart di Jakarta, Kamis, 19 Januari 2017.

Kedua, Melaka akan menyelenggarakan sekitar 159 acara berkaitan dengan promosi wisata Melaka di Indonesia. Tak hanya itu, promosi ini juga dilancarkan dengan pembuatan aplikasi wisata Melaka yang mampu menyediakan berbagai informasi terkait destinasi wisata yang dapat dikunjungi para wisatawan di sana.

"Informasi yang ditawarkan termasuk penginapan, tempat menarik, agenda wisata sepanjang tahun, promosi dari para pelaku industri wisata," katanya.

Dalam rangka merayakan 755 tahun Melaka, akhir Desember 2016 lalu, Kerajaan Melaka juga telah meluncurkan permainan online yang dihubungkan dengan aplikasi wisata Melaka. Dengan permainan ini, wisatawan atau pengguna aplikasi dapat mengenal lebih dalam 755 tempat wisata Melaka.

Sama seperti tahun sebelumnya, Melaka terus menggalakkan wisata sejarah. Ini terus di gadang sejak Melaka dinobatkan sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO sejak Juli 2008 silam. Setidaknya terdapat 24 museum dan 12 galeri di Melaka dan paket wisata sejarah ke Banda Hilir meliputi kampung Morten, kampung Portugia dan kampung Chetti secara cuma-cuma.

"Penobatan ini berdasarkan usaha memelihara peninggalan sejarah dari zaman Portugis, Belanda dan Inggris sejak 500 tahun lalu sehingga menjadikan Melaka menjadi destinasi wisata utama Malaysia," kata Datuk Idris.