Pemerintah Belanda akan Serahkan Data Historis Kota Lama

Mendikbud Belanda, Mariette Jet Bussemaker tinjau Kota Lama Semarang.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dwi Royanto

VIVA.co.id – Pemerintah Belanda berencana menyerahkan data sejarah tentang kawasan peninggalan masa lalu di Kota Lama Semarang, Jawa Tengah. Kawasan bangunan kolonial di jantung kota lumpia itu bakal segera diakui UNESCO sebagai warisan dunia pada tahun 2020.

Rencana pemerintah Belanda terkait penyerahan data historis itu dikemukakan oleh Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Belanda, Mariette Jet Bussemaker saat berkunjung ke Semarang, Senin, 20 Februari 2017. Data historis tersebut akan diserahkan dalam bentuk hibah yang langsung diserahterimakan kepada Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengaku senang dengan rencana pemerintah Belanda untuk menyerahkan data historis lokasi bersejarah di kotanya. Menurutnya, data itu akan memperkaya serta memperkuat nilai sejarah Kota Lama sebagai salah satu cagar budaya yang segera diakui dunia.

“Dengan adanya data-data ini akan memperkuat bukti adanya sejarah masa lalu di Semarang. Harapannya, kelak data ini bermanfaat bagi anak dan cucu kita, " kata Hendrar di Semarang, Senin, 20 Februari 2017.

Komitmen Pemerintah Belanda untuk turut membantu Kota Semarang di berbagai bidang, sebelumnya telah diungkapkan Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte saat berkunjung ke Semarang akhir tahun 2016 lalu. Saat itu Mark juga berkesempatan melihat lebih dekat sejumlah wisata heritage peninggalan Belanda masa silam, seperti Gedung Lawangsewu, Kota Lama serta Gereja Blenduk.

"Maka informasi data sejarah ini akan memperkuat nilai-nilai sejarah di Kota Lama sebagai destinasi unggulan di Semarang," ujarnya menambahkan.

Menurut Mariette, data-data historis tentang kota Semarang yang kini tersimpan di museum Belanda akan membantu Pemkot Semarang dalam upaya merevitalisasi Kota Lama saat ini.

"Penyerahan hibah data tersebut harus dilakukan government to government. Kemarin sudah MoU dengan Kementerian Pariwisata RI. Lalu bisa diserahkan ke Pemerintah Kota Semarang," ujarnya.

Dalam kunjungannya ke Semarang, Mariette pun meninjau sejumlah lokasi di Kota Lama, seperti Gereja Blenduk, Lawang Sewu, Stasiun Tawang dan sejumlah wisata heritage lain.

Selain itu, kunjungan menteri negara berjuluk Kincir Angin itu juga dalam rangka menawarkan program pertukaran pelajar ke Belanda untuk perguruan tinggi di Semarang. Pemkot Semarang sendiri pada bulan April 2017 mendatang berencana mengajak beberapa perguruan tinggi untuk melakukan penjajakan ke Belanda.