20 Ribu Durian Lokal Unggulan Manjakan Warga Semarang

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi di acara Semarang Festival Durian 2017.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dwi Royanto

VIVA.co.id – Masyarakat Semarang berbondong-bondong mengunjungi Festival Durian 2017 di lokasi wisata Goa Kreo, Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan yang digelar selama tiga hari sejak 24-26 Februari 2017 ini diramaikan oleh sebanyak 20 ribu durian lokal unggulan.

Selama tiga hari dihelat hingga Minggu 26 Februari 2017, wisatawan baik dalam dan luar negeri terus memadati kawasan yang juga berada di area Waduk Jatibarang tersebut. Mereka sangat antusias mencicip aneka macam durian yang telah disiapkan untuk memanjakan lidah pengunjung.

Festival ini dibuka pada hari kedua, Sabtu 25 Februari 2017. Diawali dengan perayaan kirab durian oleh para pemenang lomba festival durian unggulan di Semarang. Acara dihadiri langsung oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Selain lomba buah durian unggul, festival juga diramaikan dengan makan buah durian dan lomba mengukir dan merangkai buah. Festival ini diikuti oleh berbagai asosiasi, di antaranya Asosiasi Gapoktan ,Asosiasi Multiflora, Asosiasi Petani Buah, Asosiasi Tanaman Obat, Asosiasi Jamur, Desa Wisata, Cluster Kuliner, dan Bursa durian.

Melalui acara itu, Hendrar sangat optimistis bahwa Semarang Festival Durian yang diadakan pada tahun ketiga ini menjadi potensi agrowisata nasional di wilayah yang dipimpinnya.

"Selain sebagai ajang promosi, acara ini juga menjadi ajang pencarian jenis buah durian lokal berkualitaas unggul yang nantinya dapat dikembangkan dan dibudidayakan oleh para petani," kata Hendrar.

Ia menambahkan, meskipun disebut sebagai kota metropolitan dengan luasan lahan pertanian dan perkebunan terbatas yaitu sebesar 2,8 persen saja, tetapi kota berjuluk lumpia ini dapat menghasilkan buah durian yang berbeda dari daerah lain.

"Tentunya petani kita mampu bersaing di pasaran yang akhirnya dapat meningkatkan ekonomi para petani. Dari 20.000 durian siap makan, kalau satu buah harganya Rp50 ribu, omzetnya sudah Rp1 miliar lebih," ucap Hendrar menambahkan.

Pihaknya berharap, setelah bursa dan lomba durian ini, durian-durian yang terbaik dapat segera dibudidayakan sehingga dapat dijual dengan partai besar hingga berbagai daerah.  

Paling penting, lanjut Hendrar, wilayah Kecamatan Mijen dan Gunungpati, yang merupakan pusat perkebunan durian harus tetap menjadi wilayah konservasi. Selain menjadi pusat perkebunan dan pertanian, wilayah ini menjadi penopang area peresapan di Kota Semarang.

“Kalau para petani goyah, maka persoalan banjir di wilayah bawah tidak akan ada habisnya,” ujarnya.

Dari ratusan peserta Semarang Festival Durian ini, terpilih sejumlah pemenang untuk lomba durian unggul. Juara satu Durian Unggul yakni durian Ross oleh Trisno dari Pakintelan Gunungpati, juara dua Durian Mowo oleh Rochman dari Purwosari Mijen, serta juara tiga Durian Rora oleh Trisno dari Pakintelan Gunungpati. (asp)