7 Destinasi 'Surga' di Bumi

Blagaj
Sumber :
  • Wikimedia.org

VIVA.co.id – Kebanyakan wisatawan, saat ini memilih untuk berlibur ke destinasi terkenal seperti Tokyo, Paris, New York dan Shanghai. Namun, siapa sangka bahwa beberapa daerah wisata ini menjadi destinasi yang dianggap sebagai surga di bumi.

Dilansir dari laman Asia One, Selasa 4 Juli 2017, beberapa tujuan wisata ini tidak pernah terdengar dan dianggap sebagai surga.

1. Huacachina, Peru

Pernah mencoba ski di gurun pasir? Di tempat ini, wisatawan dapat merasakannya. Terletak lima jam dari selatan kota Lima, padang pasir Huacachina merupakan rumah untuk tur petualangan yang luar biasa yang disebut dune buggy dan ski pasir.

2. Isola Bella, Italia

Di tengah danau ini, ada taman bunga dan istana. Tampak seperti kapal mengambang di perairan biru Danau Maggiore, yang merupakan danau panjang dan tipis di sisi selatan Pegunungan Alpen. Ketika mengunjungi pulau ini wisatawan akan terbawa kembali ke suatu hari di era yang telah lama berlalu.

3. Blagaj, Bosnia dan Herzegoniva

Ini digambarkan sebagai surga untuk perdamaian dan harmoni alami. Tapi jauh lebih dari itu, kota ini adalah habitat alami untuk sekitar 170 jenis burung dan rumah bagi sebuah biara mulia yang dibangun untuk kultus Darwis.

4. Pulau Flores, Portugal

Sebuah surga bunga liar yang melimpah, sumber air panas alami dan laguna, pulau ini merupakan bagian dari Cagar Biosfer UNESCO.

5. The Silfra Fissure, Islandia

Tidak setiap hari wisatawan dapat berenang di antara dua benua di satu tempat, dalam satu hari. Meski ada banyak yang seperti itu, celah ini paling indah, menarik dan mudah diakses.

6. Dong Chuan Red Land, China

Dikenal dengan tanah merahnya yang mencolok, Dong Chuan Red Land menjadi destinasi wisata favorit bagi para backpacker dan fotografer. Menurut situs resminya, periode terbaik untuk berkunjung adalah Mei sampai Juni atau September sampai November.

7. Desa Popeye, Malta

Ingat kartun animasi Popeye si pelaut itu? Tempat ini merupakan salah satu tempat yang dijadikan sebagai set dalam rangkaian film yang produksi pada tahun 1980 dan sejak itu tempat ini berkembang menjadi daya tarik wisata yang menawan.