Gaet Wisatawan Mancanegara, Pemerintah Promosi 10 Bali Baru

Keindahan Pulau Tomia Wakatobi
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Dewi Fajriani

VIVA.co.id – Banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan jumlah pariwisata datang ke Indonesia. Salah satunya, memperbaiki strategi pemasaran 10 Bali Baru di Indonesia.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara (Deputi BP3M) Kementerian Pariwisata (Kemenpar), I Gde Pitana, demi mensukseskan strateginya, dia menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pemasaran pariwisata mancanegara dalam rangka pencapaian target kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada 2017.

I Gde Pitana mengatakan, proyeksi wisman tahun ini adalah 15 juta, atau harus menaikkan 3 juta dari capaian pada 2016 sebesar 12 juta. Menurut I Gde Pitana, Menteri Pariwisata Arief Yahya sebelumnya sudah menetapkan target kunjungan wisman sebesar 15 juta, dengan asumsi perolehan devisa sebesar US$14,9 miliar pada 2017. Ini akan meningkat menjadi 20 juta wisman dan diperkirakan bisa menghasilkan devisa sebesar Rp280 triliun pada 2019 mendatang.

"Untuk mencapai target tersebut strategi pemasaran dan promosi pariwisata terus digencarkan. Terutama, pada pasar utama di antaranya  dengan berpartisipasi pada event pameran pariwisata internasional untuk mempromosikan Wonderful Indonesia,” kata Pitana, saat pembukaan acara di Hotel Novotel, Palembang, Sumatera Selatan, Senin 21 Agustus 2017.

I Gde Pitana menjelaskan, strategi pemasaran akan difokuskan pada 10 Bali Baru yang 3A-nya (Atraksi, Akses, Amenitas) sudah siap, di antaranya Great Jakarta, Great Bali, Great Kepulauan Riau, Joglosemar (Yogyakarta, Solo, dan Semarang),  Bunaken - Wakatobi Raja Ampat, Medan, Lombok, Makassar, Bandung, dan Banyuwangi.
Target pasar utama mencakup Tiongkok, Singapura, Malaysia, Australia, dan Jepang, di mana kelima negara ini merupakan kontributor wisman terbesar bagi Indonesia.

"Dalam enam bulan pertama, sejak Januari sampai Juni tahun ini, kita mentargetkan 6,6 juta wisman dengan kontribusi terbesar dari lima negara ini sebagai pasar utama. Kami berhasil mencapai target kunjungan wisman Tiongkok pada semester I 2017 ini, data terakhir  sebesar 996.968 melebihi target 960.000," paparnya.

Dilanjutkannya, perkembangan jumlah data kunjungan wisman 2017, dalam lima bulan tersebut, sebesar 6.478.069 orang. Angka itu menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan.

"Angka tersebut menunjukkan terjadi pertumbuhan 15,18 persen dibanding periode yang sama pada 2016. Dari data yang kami ambil dan kami olah bekerjasama dengan BPS dan Ditjen Imigrasi, 5.620.115 orang masuk melalui 19 pintu utama sedangkan 857,954 orang masuk melalui pintu lainnya," kata dia.