Petaka di Perairan Indonesia
- Facebook @Gabriel Steven
"Saya meminta ikut sama mereka, tapi mamak menolak. Mereka bilang cuma ke Pantai Pasir Putih dan tidak menyeberang. Mamak minta saya pulang dan merapikan rumah," tutur Kelvin kepada VIVA.
Senin sore, remaja ini tiba di Medan. Ia sempat melihat video yang diunggah sepupunya ke Instagram. Dalam video itu, keluarga ini tengah berada di atas KM Sinar Bangun. "Sempat aku dalam hati marah karena dibohongi mamak. Katanya cuma ke Pantai Pasir Putih di Danau Toba saja. Tapi, mereka menyeberang naik kapal. Kemudian, aku menelpon ayah sekitar pukul 01.30 (Selasa 19 Juni 2018). Namun, handphone ayah sudah tidak aktif. Aku pun, ngantuk dan langsung tidur," ujarnya mengisahkan.
Besoknya ia melihat kabar di televisi ada kapal tenggelam di Danau Toba. Dan kapal itu sama persis dengan kapal yang ia lihat di Instagram sepupunya. Kelvin menghambur ke rumah Supiani (60) neneknya yang tinggal berdekatan. Ia memberi kabar duka. Sang nenek tak segera percaya. Namun Saputra ternyata sempat menelpon Supiani dan memberi tahu posisi mereka di Danau Toba. Kepastian hilangnya keluarga Kevin terkonfirmasi setelah salah seorang anggota keluarga mereka ditemukan selamat, 16 lainnya termasuk keluarga kecil Kelvin hilang.
Kapal Motor Sinar Bangun berangkat dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir dengan tujuan Tigaras Kabupaten Simalungun. Saat itu, kondisi cuaca buruk ditambah kelebihan muatan karena kapal mengangkut lebih dari 100 penumpang dan sekitar 60 unit sepeda motor. Ombak yang tinggi dan angin kencang menyebabkan tali kemudi KM Sinar Bangun putus. Nakhoda gagal mengendalikan kapal. Kendaraan air itu terbalik karena tiupan angin kencang dan dihantam ombak tinggi.
Sengkarut Tata Kelola Transportasi Perairan
KM Sinar Bangun dan KM Lestari Maju hanya dua kecelakaan kapal yang menyita perhatian publik. Sebab, kecelakaan ini melibatkan kapal besar dengan jumlah korban hingga ratusan. Padahal, kasus kecelakaan pada jalur transportasi sungai dan danau kerap terjadi. Pada 20 April 2018, kecelakaan kapal tenggelam di Sungai Berombang, Sumatera Utara, merenggut nyawa Wakapolres Labuhanbatu, Kompol Andi Chandra. Kapal itu pecah karena menabrak kayu.